Petani Pangandaran Keluhkan Sulit Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

zehrabilgisayar.net, pertanian – Sejumlah petani padi dari Kabupaten Pangandaran mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, dimana saat ini para petani memasuki musim tanam terakhir di tahun 2020. Mereka berharap ada solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut.

Asep Dadi salah satu petani dari wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran mengatakan harus keliling dulu mencari kios pupuk sampai di luar wilayah kecamatan, sekalinya dapat, harga pupuknya lebih mahal. Selain itu Asep juga mengaku belum mempunyai Kartu Tani yang menjadi salah satu syarat penerima pupuk dengan harga subsidi.

Saya menjadi petani sudah bertahun-tahun, namun masih belum mendapatkan kartu tani, ucapnya, Selasa (1/12/2020).

Asep mengharapkan pemerintah dapat segera memberikan solusi untuk permasalah klise petani padi. Klise yang dimaksud adalah kelangkaan pupuk pada musin tanam serta anjloknya harga gabah pada musim panen.

Nah sekarang sudah mau pilkada, kalau ada yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah para petani, saya cobloslah. Dari dulu itu terus yang menjadi permasalahan para petani, tidak pernah beres, ucap Asep Dadi.

Usulan kuota distribusi pupuk bersubsidi untuk para petani padi di wilayah Kabupaten Pangandaran sudah sesuai kebutuhan, ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Aep Haris. Selain itu Aep Haris juga mengakui terdapat beberapa penyebab terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi untuk para petani.

Bisa jadi kelangkaan pupuk yang terjadi di suatu daerah di Kabupaten Pangandaran karena konsumen melakukan pembelian pupuk keluar dari daerah yang sudah ditentukan, ucap Aep.

Selain itu pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah salah sasaran. Pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya diperuntukkan bagi para petani yang memiliki sawah dengan luas di bawah 2 hektar. Disinyalir banyak oknum pemilik lahan di atas 2 hektar yang menikmati pupuk bersubsidi dari pemerintah tersebut.

Berhubungan dengan kartu tani, Aep mengatakan pihaknya sejak tahun 2017 yang lalu sudah menyosialisasikan program kartu tani, tetapi masih banyak petani yang belum paham bahkan menyepelekan program ini. Sehingga saat melakukan transaksi pupuk bersubsidi yang harus memperlihatkan kartu tani, terjadi masalah pada para petani yang belum mempunyai kartu tani.

Berdasarkan data dari BPS, jumlah petani tercatat sebanyak 85.000 sedangkan yang sudah berhasil melakukan registrasi Kartu Tani hanya sekitar 30.000, sehingga saat melakukan transaksi terjadi masalah, jelasnya.

Aep menerangkan, alokasi pupuk bersubsidi yang dibutuhkan beserta harga di tahun 2020 untuk Kabupaten Pangandaran adalah:
• Pupuk Urea sebanyak 14.111 ton dengan harga Rp 1.800 per kilogram,
• Pupuk ZA sebanyak 184 ton dengan harga Rp 1.400 per kilogram,
• Pupuk NPK sebanyak 7.258 ton dengan harga Rp 2.300 per kilogram,
• Pupuk SP36 sebanyak 1.249 ton dengan harga Rp 2.000 per kilogram, dan
• Pupuk Organik sebanyak 2.188 ton dengan harga Rp 500 per kilogram.