Reklamasi di Proyek Kilang RI-Rusia Mulai Dikerjakan Bulan Depan

zehrabilgisayar.net, migas – Setelah terganjal urusan lahan yang membelit, proyek kompleks kilang minyak serta petrokimia di Tuban, Jawa Timur semkain menemui titik terang. Dimana proyek yang akan dikerjakan ini sudah tertunda lama sejak adanya kerja sama antara Pertamina dan Rosneft di tahun 2017.

Namun di bulan Desember ini pembangunan proyek tersebut akan mulai berjalan ucap Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bulan Desember ini semuanya sudah ongoing untuk mulai. Menurut data yang diberikan oleh JO (Joint Operation) kita mulai masuk reklamasinya di bulan Desember antara Rosneft dengan Pertamina, jelas Bahlil dalam diskusi virtual, Kamis (26/11/20220).

Bahlil mengungkapkan bahwa proyek investasi Rosneft ini sebesar Rp 211,9 triliun memang persolan lahannya yang sangat rumit.

Hal tersebut dikarenakan akan ada pembebasan tanah sebesar 800 hektare lebih ini yang membuat ribetnya minta ampun. Dua hari saya tidur di Tuban ini, saya pergi ke tokoh-tokoh masyarakat, saya selesaikan dan saat ini tinggal sekitar 30 hektar yang masih belum terselesaikan. 30 hekter tersebut sudah dilakukan pengukuran tinggal mereka mau diselesaikan namun belum mau dibayar. Tapi saya pikir hal tersebut bertahap, urainya.

Proyek yang sedang dikerjakan Rosneft ini menjadi salah satu investasi mangkrak. Dimana nilai investasi yang mangkrak di Indonesia mencapai sebesar RP 708 triliun, dan saat ini sudah tereksekusi sebesar Rp 474,9 triliun.

Di kesempatan yang lain, Bahlil mengungkapkan ada beberapa proyek investasi mangkrak yang sudah dieksekusi diantaranya adalah pembangkit listrik serta pabrik mobil listrik di Jawa Barat.

Investasi mangkrak Rp 708 triliun ini sudah mulai kita selesaikan sebesar 67% atau sebesar Rp 474,9 triliun, dimana yang termasuk didalamnya adalah investasi yang ada di Jawa Barat seperti Tanjung Jati Power di Cirebon, kemudian Hyundai yang saat ini sedang berjalan, lalu listrik yang terdapat di sungai, PTLS Sungai Cirata, ucap Bahlil dalam West Java Investment Summit 2020 secara virtual, Senin (16/11/2020).