Ahok Membantah BBM Jenis Premium Akan di Hapus Pertamina di 2021

zehrabilgisayar.net, migas – Basuki Tjahaja Purnama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) membantah bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya Pertamina akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) berjenis Premium di tanggal 1 Januari 2021 mendatang.

Secara terpisah, Heppy Wulansari, Pjs VP communication menjelaskan bahwa kebijakan terhadap penyaluran bahan bakar minyak berjenis Premium (RON 88) sepenuhnya adalah kewenangan Pemerintah,

Heppy juga mengatakan bahwa Pertamina masih akan terus disalurkan selama masih ditugaskan. Sejalan dengan hal tersebut, ia menjelaskan Pertamina akan terus mengedukasi konsumen untuk menggunakan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan dan juga berkualitas.

Karena, menurut Heppy, bahan bakar minyak dengan RON yang lebih tinggi akan mempunyai dampak positif terhadap mesin kendaraan, selain itu juga akan menghasilkan emisi gas yang jauh lebih rendah, sehingga memberikan pengaruh yang lebih baik untuk lingkungan.

Untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak dengan RON tinggi, saat ini Pertamina memberikan stimulus berupa promo BBM kepada masyarakat.

Melalui Program Langit Biru yang disedikan oleh Pertamina, diharapkan masyarakat tergerak untuk mencoba bahan bakar minyak dengan kualitas yang lebih baik sehingga dapat merasakan dampak yang diberikan kepada mesin kendaraan,

Bahkan, ia mengatakan secara umum konsumsi Premium dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, terutama di wilayah Jawa, Madura serta Bali (Jamali), dimana sekarang presentasenya sudah di bawah 14 persen dari jumlah penggunakan gasoline. Artinya, animo masyarakat terhadap bahan bakar minyak dengan menggunakan RON yang lebih tinggi sudah semakin banyak dan baik.

Di lain sisi, Heppy menjelaskan Program Langit Biru telah berjalan dengan komitmen pemerintah dalam NDC (Nationally Determined Contribution) untuk mengurangi kadar emisi sampai 29 persen pada 2030 yang adalah tindak lanjut dari Paris Agreement.

Dimana sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan bahwa penjualan bahan bakar minyak dengan jenis Premium di wilayah Jamali akan dihentikan di tahun 2021.

MR Karliansyah, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan menjelaskan bahwa informasi tersebut berdasarkan perkataan seorang direktur operasi PT Pertamina (Persero) dalam sebuah pertemuan pada hari Senin malam lalu.