Delapan Lapangan Panas Bumi Siap di Evaluasi Kementerian ESDM

zehrabilgisayar.net, migas – Delapan (8) lapangan panas bumi akan dilakukan evaluasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dimana lapangan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan menjadi awal target evaluasi dimulai.

Dadan Kusdianan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM menyebutkan bahwa proses penentuan lokasi tersebut mengacu pada data yang diberikan Badan Geologi. Ia juga mengatakan proses pelaksanaan evaluasi ini dilakukan dengan memperhitungkan potensi terhadap risiko dan mitigasi.

Potensi kendala yang harus diantisipasi dalam evaluasi ini adalah kekurangan data, belum tersedianya peralatan atau perangkat lunak yang dibutuhkan, perubahan lokasi lapangan panas bumi, pendanaan, dan juga dampak pandemi Covid-19, ucap Dadan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Ia juga menambahkan, kendala yang dihadapi dalam proses evaluasi ini adalah kapasitas sumber daya manusia yang masih keadaan terbatas. Dengan kendala yang dihadapi ini, Dadan menyarankan untuk dilakukan penambahan tenaga ahli yang kompeten terutama pada bagian Badan Layanan Umum (BLU).

Dalam hal mengatasi kendala yang dihadapi ini, Direktoral Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konsevasi Energi akan melakukan pembentukan tim yang terdiri dari Badan Geologi, Ditjen EBTKE dan juga Tenaga Ahli Menteri ESDM, dimana tim ini akan bersinergi untuk menilai pelaksanaan kegiatan ini.

Dimana sekarang peer review sedang dilakukan oleh BLU P3TKEBTKE terhadap usulan rencana survei, data hasil penyelidian rinci (survei geologi, geokimia dan geofisika), sampai model konseptual terhadap delapan lokasi tersebut. Tim yang dibentuk juga akan menentukan titik pengeboran (well targeting) sumur eksplorasi berdasarkan hasil peer review pada masing-masing lokasi.

Chrisnawan Anditya, Kepala P3TKEBTKE menjelaskan bahwa terdapat kajian aspek lain yang dilakukan oleh BLU P3TKEBTE antara lain keberadaan akses jalan, lokasi sumber air, sampai kemiringan permukaan. Selain itu, Badan Geologi sudah mempunyai data survei terdahulu yang dijelaskan oleh Panca Wahyudi Peneliti PPPTMGB LEMIGAS. Tetapi, data yang dimiliki tersebut masih harus dilakukan evaluasi ulang untuk memverifikasikan data, karena reservoir panas bumi berbeda dengan migas. Ia juga menjelaskan akurasi penentuan titik pengeboran harus dengan tepat, tidak boleh mengalami pergeseran sampai 10 meter.

Dalam proses pelaksanaan kegiatan evaluasi lapangan panas bumi kali ini terdiri dari well targeting, peer revier, analisis kpnseptual model dan juga simulasi numerik. Selain dari lapangan Cisolok, evaluasi juga dilakukan pada Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara di lapangan Jailolo, Kabupaten Tana Toraja Sulawasi Selatan di lapangan Bittuang, Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur di lapangan Nage, Kabupaten Kuningan Jawa Barat di lapangan Ciremai, Kabupaten Donggala Sulawasi Tengah di lapangan Marana, Kabupaten Lebak Banten di lapangan Gunung Endut, dan Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat di lapangan Sembalun.