Banjar & Ciamis Terima Tambahan Pasokan LPG 3 Kg Dari Pertamina

zehrabilgisayar.net, migas – Melalui Marketing Operation Region (MOR) III, PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan pasokan bahan bakar LPG 3 Kg di Kota Banjar serta Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dalam hal ini, masyarakat diimbau untuk membeli LPG subsidi tersebut di pangkalan LPG Pertamina agar dapat memperoleh harga resmi sesuai dengan surat keputusan (SK) pemda setempat.

Eko Kristiawan, Unit Manager Communication, Relation & CSR Pertamina MOR III mengatakan bahwa pasokan tambahan (fakultatif) bahan bakar LPG subsidi bisa dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan ketubuhan masyarakat. Selain itu, Pertamina juga tetap melakukan pasokan LPG regular sesuai dengan kuota.

Eko menjelaskan, hari ini Pertamina melakukan distribusi lebih dari 5.000 tabung LPG atau setara dengan 15 Metric Ton (MT) fakultatif yang disalurkan melalui berbagai agen dan pangkalan dan tersebar di 4 kecamatan di Kota Banjar. Khusus di wilayah Kota Banjar, terdapat 11 agen serta 208 pangkalan LPG resmi yang siap siaga melayani masyarakat yang membutuhkan LPG subsidi.

Menurut obeservasi yang kami lakukan di lapangan, pasca aksi unjuk rasa, masyarakat mendatangi distributor resmi Pertamina untuk melakukan pembelian LPG 3 Kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Melihat dari kebutuhan masyarakat tersebut, kami melakukan pasokan fakultatif agar bisa memenuhi kebutuhan bahan bakar LGP masyarakat, ucap Eko pada keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Sedangkan di Kabupaten Ciamis, Eko mengatakan, Pertamina menambahkan pasokan fakultatif LPG sebanyak 14.200 tabung atau sekitar 42 MT. Eko pun menghimbau kepada masyarakat yang ingin membeli LPG subsidi melalui Pangkalan LPG Pertamina sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan HET, berdasarkan ketetapan pemda setempat.

Untuk mengetahui secara pasti Agen serta pangkalan resmi yang menjual LPG Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Call Center 135, atau mengenalinya dari papan nama agen yang terpasang. Kami juga terus melakukan pemantauan terhadap agen dan panggakan supaya menjual LPG subsidi 3 Kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), ucap Eko.

Sebagai informasi, LPG 3 Kg hanya diperuntukkan untuk penggunaan rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro, yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (2) Peraturan Menteri ESDM No.26/2009.

Rumah tangga yang termasuk dalam ekluarga pra sejahtera adalah mereka yang memiliki pendapatan maksimal Rp 1,5 juta per bulan. Sementara untuk usaha mikro yang berhak menggunakan LPG bersubsidi adalah mereka yang mempunyai aset maksimal Rp 50 juta dan berhomzet maksimal Rp 300 juta per tahun.