Pengembangan EBT Dapat Menjadi Strategi Pemulihan Ekonomi

zehrabilgisayar.net, migas – Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan bahwa pengembangan energi baru terbarukan dapat menjadi salah satu stategi yang baik dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Dia tidak memungkiri bahwa situasi pandemi yang terjadi memberikan tantangan tersendiri untuk proses transformasi energi yang dilakukan dari energi fosil ke energi berbasis energi baru terbarukan (EBT). Tetapi, menurutnya, kondisi yang terjadi tidak menyurutkan upaya dalam mengembangkan EBT karena investasi yang terdapat pada sektor energi hijau ini diyakini dapat menjadi penggerak roda perekonomian pasca pandemi.

Bukan hanya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berketahanan dan berkelanjutan, pemanfaatan energi baru terbarukan tentunya akan meberi dampak signifikan terhadap upaya menurunkan emisi gas rumah kaca serta menciptakan lapangan kerja baru, ucap Arifin dalam Launching Virtual Indo EBTKE ConeX 2020, Jumat (9/10/2020).

Sementara itu, pengembangan energi baru terbarukan juga perlu didorong supaya dapat membantu mengurangi ketergantungan impor energi.

Arifin menjelaskan bahwa saat ini sumber energi yang ada di Indonesia masih mengandalkan energi berbasis fosil, salah satunya bahan bakar minyak (BNM). Dimana sumber energi fosil tersebut sebagian masih dipenuhi oleh impor.

Ketergantungan impor energi fosil tersebut, menurut Arifin menjadi salah satu beban yang berat untuk pemerintah dalam menjaga perekonomian serta untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Sekarang pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia baru mencapai sekitar 2,5 persen dari total potensi energi baru terbarukan yang diperkirakan mencapai lebih dari 400 GW (gigawatt).

Sebagai upaya untuk mempecepat proses transisi energi, pemerintah sedang mempersiapkan sejumlah kebijakan pendukung, antara lain peraturan presiden yang berkaitan dengan harga pembelian listrik energi baru terbarukan, menciptakan pasar baru menggunakan program Rebid (renewable energy based industry) dan Rebed (RE based economic development), pemanfaatan biomassa untuk co-firing PLTU, serta mandatori B30.