Industri Migas Alami PHK Terbesar Sepanjang Sejarah

zehrabilgisayar.net, migas – Banyak orang kehilangan pekerjaan karena terkena dampak dari pandemi Covid-19. Hal tersebut juga berlaku bagi sektor minyak dan gas.

107.000 pekerja sektor migas di Amerika Serikat di PHK antara Maret hingga Agustus 2020. Hal tersebut dilihat berdasarkan data Deloitte.

Tingkat pemutusan kerja ini tercepat sepanjang sejarah. Bahkan itu sudah termasuk cuti dan pemotongan gaji.

Dalam laporan tersebut disebutkan, sebagian besar pekerja itu tidak akan kembali dalam waktu dekat. Bahkan, jika harga minyak berada di level US$ 45 per barel hingga 2021. Sebanyak 70% pekerjaan yang hilang tidak akan kembali hingga akhir tahun depan berdasarkan analisis Deloitte.

“PHK skala besar seperti itu,” tulis laporan Deloitte.

“Menantang reputasi industri sebagai perusahaan yang dapat diandalkan,” bunyi laporan Deloitte.

Keuntungan industri migas kini erat kaitannya dengan harga komoditas. Perubahan US$ 1 naik atau turun harga minyak AS berpotensi berdampak pada 3.000 pekerjaan jasa hulu dan ladang minyak, dibandingkan dengan 1.500 pekerjaan di tahun 1990-an.

Pergeseran ini mencerminkan bangkitnya shale yang menjadikan AS sebagai produsen minyak dan gas alam terbesar di dunia pada tahun 2012. Tidak seperti proyek migas tradisional, shale dianggap bersifat jangka pendek karena dapat dinaikkan atau diturunkan berdasarkan perubahan harga fluktuasi, yang mempengaruhi keputusan perekrutan dan pemberhentian.