Ribuan Ton Sampah di Bantargebang Akhirnya Akan Diolah Menjadi Bahan Bakar

zehrabilgisayar.net, migas – Tumpukan sampah yang terdapat pada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akhirnya mempunyai solusi. Dimana ribuan ton dari sebagian sampah yang terdapat disana akan diolah menjadi bahan bakar.

Bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Feul (RDF) yang menjadi olahan dari sampah yang terdapat di TPST Bantargebang. RDF sendiri adalah sampah-sampah yang mudah terbakar dan kemudian akan diolah menjadi bahan bakar.

Pengolahan sampah yang terdapat dalam TPST Bantargebang dilakukan oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan PT Unilever Indonesia dalam pengelolaan serta pemanfaatan sampah domestik.

Benny Wendry, Direktur Produksi SIG mengatakan bahwa proses mengubah sampah menjadi bahan bakar dilakukan dengan cara penggalian dan pengayakan. Setelah itu akan dikirim ke lokasi Pabrik SBI di Narogong, Jawa Barat untuk dicacah, serta melalui proses pengurangan kadar kelembaban dengan menggunakan campuran material lain sehingga dapat menghasilkan RDF yang memenuhi standar kualitas alternatif bahan bakar untuk pabrik semen.

Produk RDF yang dihasilkan dari pengelolahan di awal proyek minimum 1.000 ton/bulan, dimana sebanyak 80-90 persen terdiri dari sampah pelastik yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif oleh SBI.

Benny Wendry juga menyampaikan bahwa selian Pabrik Narogong yang terdapat di Jawa Barat, penggunaan bahan bakar alternatif yang dihasilkan juga telah digunakan di PT Semen Padang yang terdapat di Sumatera Barat, PT Semen Tonaso yang terdapat di Sulawesi Selatan, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Cilacap, PT Solusi Bagun Andalas (SBA) yang terdapat di Aceh dan SIG Pabrik Tuban di Jawa Timur.

Sekam padi serta serbuk gergaji dimanfaatkan oleh Semen Padang dan Semen Tonasa. Sekam pagi digunakan oleh SBA, SBI Pabrik Cilacap memanfaatkan sampah kota menjadi energi alternatif. SBI Pabrik Cilacap menjadi pelopor dari program pengolahan serta pemanfaatan sampah kota menjadi RDF melalui kerja sama yang dilakukan dengan Pemkab Cilacap, Pemerintah Denmark, Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR, serta Kementerian LHK.

Sedangkan SIG Pabrik Tuban menggunakan biomassa menjadi bahan bakar alternatif yang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Biomassa yang dipakai tersebut adalah sekam padi, serbuk kelapa (cocopeat), serbuk gergaji, limbah tembakau, dan juga bonggol jagung. Berbagai limbah pertanian yang disebutkan diambil dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan Banyuwangi.

Jika dibandingkan dengan batu bara, limbah tersebut lebih efisien, penggunaan bahan bakar alternatif tersebut juga memberdayakan para petani dan warga yang berada di sekitar pabrik. Setiap bulan, Pabrik Tuban menerima kiriman sekam pada sebanyak 2.553 ton, serbuk kelapa sebanyak 224 ton, limbah tembakau sebanyak 244 ton, dan kertas reject sebanyak 90 ton. Biomassa yang dipatok ke pabrik pada bulan Januari sampai Agustus 2020 ke pabrik Tuban telah mencapai sebanyak 25.969 ton, ucap Benny Wendry.