Di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19, Harga Minyak Dunia Menguat

zehrabilgisayar.net, migas – Penutupan perdagangan, Kamis (24/9/2020), waktu Amerika Serikat, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan tipis.

Harga minyak global saat ini mengalami perbaikan mengimbangi penurunan stok minyak mentah serta bahan bakar Amerika Serikat, Walaupun kasus Covid-19 di Eropa membuat beberapa negara melakukan pembatasan perjalanan untuk warganya.

Berdasarkan laman Antara, Jumat (25/9/2020), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman bulan November mengalami peningkatan sebesar 17 sen dari harga sebelumnya menjadi sekitar US$ 41,94 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sedangkan, untuk minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengirman bulan November juga mengalami peningkatan sebesar 38 sen dari harga sebelumnya menjadi US$ 40,31 per barel di New York Mercantile Exchange.

Untuk harga minyak saat ini sedang stabil, namun tekanan untuk mengalami penurunan tetap ada, karena adanya peningkatan angka kasus Covid-19 di seluruh Eropa, Ucap Craig Erlam, Analis Senior Oanda.

Sebagai informasi, tiga negara di Eropa, yaitu Inggris, Jerman, dan Pranci, sedang melakukan pembatasan baru untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Hal ini memberikan pengaruh terhadap permintaan bahan bakar.

Harga minyak juga mengalami pembatasan oleh adanya kenaikan data klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat pada pekan lalu. Berdasarkan data yang ditunjukkan, pemulihan ekonomi akibat pandemic Covid-19 terengah-engah di tengah berkurangnya pendanaan yang diberikan pemerintah.

Harga minyak dapat bertahan cukup baik walaupun terjadi pengurangan stimulasi tambahan dari pemerintah Amerika Serikat, ucap Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.

Walaupun demikian, berdasarkan data pemerintah persedian untuk minyak mentah, bensin, serta sulingan Amerika Serikat sudah dilakukan pengurangan pada pekan yang lalu, tetapi tetap saja permintaan bahan bakar Amerika Serikat tetap kurang baik.

Berdasarkan laporan yang sama memperlihatkan bahwa permintaan bensin rata-rata dalam empat minggu pekan lalu mengalami penurunan Sembilan persen dari setahun sebelumnya.