Beli Pupuk Subsidi Harus Gunakan Kartu Tani, Yang Tidak Punya Bagaimana?

zehrabilgisayar.net, pertanian – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa para petani masih dapat membeli pupuk bersubsidi dengan mudah walaupun belum mempunyai Kartu Tani. Wijaya Laksana, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) menjelaskan bahwa produsen dan distributor pupuk tetapi diperbolehkan memberikan pupuk bersubsidi kepada petani.

Tetapi, dengan catatan para petani yang melakukan pembelian pupuk bersubsidi wajid terdaftar ke dalam sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang dioperasikan oleh Kementan (Kementerian Pertanian).

Pengecualian atau relaksasi tersebut juga berlaku untuk para petani yang masih belum mempunyai Kartu Tani atau untuk setiap daerah yang kios pupuknya masih belum mempunyai mesin EDC (Electronic Data Capture).

Asalkan petani terdaftar dalam Kelompok Tani serta e-RDKK, masih dapat melakukan pembelian pupuk bersubsidi secara manual, ucap Wijaya, Rabu (23/9/2020).

Wijaya juga mengatakan bahwa semua distributor beserta Kios Pupuk Lengkap (KPL) saat memberikan pupuk bersubsidi akan diwajibkan melakukan pengisian formulir pembelian yang berisikan data diri petani, yaitu mulai dari nama, NIK, nama kelompok tani, serta jenis serta volume pupuk yang dibeli.

Formulir yang diisi oleh para petani tersebut penting untuk dilakukan pendataan sehingga pupuk bersupsidi dapat tersalurkan dan benar-benar tepat sasaran serta tidak terjadi duplikasi, ucap Wijaya.

Wijaya juga mengatakan pihaknya akan selalu menyiapkan pasokan pupuk untuk dapat memenuhi kebutuhan para petani. Pasokan pupuk bersubsidi sebanyak 1,78 juta ton sedangkan pupuk non subsidi sebanyak 873.336 ton. Dan untuk ketentuan stok minimum sebanyak 273.293 ton.

Jumlah tersebut adalah stok yang dimulai dari Lini I sampai dengan Lini IV atau di level distributor. Berikut ini beberapa produsen pupuk yang menyiapkan pupuk bersubsidi, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja, dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Para produsen tersebut telah menyiapkan jumlah stok pupuk bersubsidi untuk para petani yang terdiri dari pupuk urea sebanyak 955.107 ton, pupuk NPK sebanyak 411.891 ton, pupuk SP-36 sebanyak 141.372 ton, pupuk ZA sebanyak 137.721 ton, serta pupuk organik sebanyak 141.426 ton.

Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan atau kehabisan alokasi untuk kebutuhan para petani, Pupuk Indonesia Group juga menyediakan stok pupuk non subsidi di berbagai kios resmi sebanyak 873.336 ton.

Dari Lini I sampai ke berbagai kios pupuk resmijuga menyediakan stok pupuk non subsidi. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan kebutuhan para petani yang belum tercukupi serta untuk berbagai petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK, ucap Wijaya.

Pupuk Indonesia Grup sendiri telah mencatat bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 20 September telah mencapai sebesar 6,28 juta ton.