Balai Ternak Modern di Indonesia Ingin Diperbanyak Kementan

zehrabilgisayar.net, peternakan – Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertanian melakukan peninjauan terhadap proses Inseminasi Buatan sapi lokal serta internasional di laboratoriun serta kandang utama Balai Embrio Ternak Cipelang, Bogor, Jawa Barat. Di sana, SYL melakukan pemantauan terhadap produksi Peranakan sampai perawatan sapi melalui sentuhan teknologi canggih.

SYL menjelaskan bahwa akselerasi bibit unggul dan berkualitas tersebut adalah perintah dari Presiden Joko Widodo dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi hewani masyarakat Indonesia. Kementerian Pertanian memiliki rencana untuk memperbanyak balai embrio ternak di seluruh Indonesia, dimana setidaknya ada satu balai di setiap provinsi.

Balai Embrio Cipelang merupakan salah satu balai ternak modern yang melakukan penerapan standar internasional. Balai tersebut diklaim dapat menghasilkan sapi uanggulan dengan menggunakan proses pengembangan modern menggunakan sentuhan teknologi terbaru, seperti laboratorium serta mesin jepit khusus pemotongan kuku.

Oloan Parlindungan Lubis, Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang memaparkan adanya populasi ternak di Balai Embrio Ternak Cipelang sekarang sudah mencapai 627 ekor, yang terdiri dari 211 ekor donor, 211 ekor penerima donor, dan terdapat 139 ternak muda serta 56 ternak anakan. Sapi donor adalah sapi bibit betina sehat yang digunakan untuk melakukan produksi embrio untuk memenuhi persyaratan mutu sesuai standar internasional.

SYL juga mengungkapkan, bahwa sapi donor adalah sapi yang berasal dari berbagai rumpun sapi yang ada di Indonesia, antar lain sapi simmental, FH, Limousin, PO/SO, Belgian Blue, Wagyu, sampai sapi Angus.

Oloan juga mengatakan Embrio Cipelang adalah sapi ternak memiliki kualitas terbaik, dimana sapi ternak ini dihasilkan melalui sapi donor dan pejantan berkualitas, ditunjang SDM berkompeten serta didukung dengan perlengkapan modern.

Seluruh embrio sapi yang dihasilkan atau ditansferkan atau yang disebut dengan bayi tabung akan langsung didistibusikan ke seluruh Indonesia untuk melakukan peningkatan mutu genetic ternak Indonesia, ucap Oloan.