Kementerian ESDM Rencanakan Subsidi Listrik Dipindahkan untuk PLTS Atap

zehrabilgisayar.net, migas – Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) merencanakan untuk mengalihkan anggaran subsidi listrik ke pengadaan PLTS atap bagi para pelanggan PT PLN (Persero). Recana yang dilakukan ini sebagai salah satu upaya untuk mengakselerasi pengembangan PLTS atap serta melakukan pengingkatan bauran energy baru terbarukan (EBT).

Harris, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan mengatakan bahwa program ini masih sebagai konsep dan masih harus melakukan pembahasan yang memakan waktu cukup lama.

Pada konsep shifting subsidi yang akan dilakukan ini, diharapkan sebagian dana anggaran subsidi listrik nantinya akan dipindahkan ke pengadaan PLTS atap untuk mereka para pelanggan PLN golongan rumah tangga yang masih menggunakan 450 VA dan 900 VA bersubsidi.

Untuk hal kepemilikan PLTS tersebut diusulkan menjadi milik PLN, tetapi akan dipasang di atap rumah masyarakat yang masih bersubsidi. Namun hal tersebut masih berupa konsep, sehingga masih belum tau kapan diimplementasikan. Mengalihkan dana anggaran subsidi bukan hal yang mudah karena harus dibahas dengan anggota DPR, ucap Harris dalam konferensi pers Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap.

Tetapi menurut Harris, bila perencana ini diterapkan akan dapat mengakselerasi pengembangan PLTS atap sampai dengan 1 gigawaat peak (GWp) per tahun, mengingat jumlah para pengguan golongan 450 VA mencapai kurang lebih 24 juta pengguna sedangkan untuk golongan 900 VA mencapai sekitar 7 juta pengguna.

Pemasangan PLTS atap secara masif juga dinilai Harris tidak akan memberikan gangguan sistem kelistrikan PLN.

Kalau PLTS atap tersentral seperti Cirata, maka akan memberikan pengaru yang besar terhadap kualitas sistem atau memberikan dampak yang secara signifikan terutama terletak pada sistem kecil. Tetapi jika PLTS atap tersebut tersebar di dalam komplek perumahan yang terdapat 10-20 rumah. Sehingga PLTS atap akan terdistibusi secara luas yang membuat sistem PLN memiliki intermitensi ke khawatiran yang sangat kecil, ucap Harris.

Harris sangat optimistis terhadap konsep ini, dimana konsep ini akan memberikan dampak positif pada biaya penyediaan pokok (BPP) PLN serta dapat meningkatkan bauran EBT, dan juga mampu menurunkan emisi gas rumah kaca.