Rumah Mungil di Gang Cipulir Raih Penghargaan Dunia di New York, Berikut Fakta Uniknya !

zehrabilgisayar.net, properti – Sebuah rumah kecil yang berada di tengah pemukiman padat dan gang kecil ibu Kota berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia salah satunya New York.

Rumah tersebut berhasil raih penghargaan Small Architecture+ Small Living by People Choice di ajang Architizer Award yang diselenggarakan di Kota New York.

Rumah kecil ini diberi nama “The Twins“, desainnya merupakan karya arsitek lokal dan merupakan salah satu projek yang dikerjakan oleh delution.co.id. Desain rumah ini berhasil bersaing dengan 5 ribu karya arsitek yang datang dari lebih 100 negara di dunia. Menarik bukan? Berikut fakta-fakta tentang “The Twins“.

  • Letaknya di Dalam Gang Sempit Cipulir

The Twins merupakan salah satu proyek yang dibangun oleh Delution sejak 2018 dan selesai pada tahun 2019.

Rumah ini memang terlihat mungil, dibangun pada lahan seluas 70 meter persegi dalam dalam salah satu gang sempit di Cipulir, Jakarta Selatan. Luas bangunanan ini 73 meter persegi.

Sanking padatnya lingkungan sekitar, akses ke rumah The Twins cuma sebuah gang dengan lebar 1,5 meter, sehingga hanya dapat dicapai dengan menggunakan motor ataupun berjalan kaki.

  • Total Budget Rp 450 Juta

Pembangunannya dilakukan menggunakan konsep rumah tumbuh Delution membangun rumah ini secara bertahap, terbagi atas 3 fase pembangunan dengan total biaya Rp 450 Juta.

Fase I dengan anggaran sebesar Rp 150 juta. Kemudian di tahap II yang sudah termasuk pembangunan atap menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta. Tahap terakhir Rp 100 juta.

“Kami menyadari bahwa kami perlu mengeluarkan sedikit uang ekstra untuk membangun rumah, untuk menyiasati kami mencoba merancang rumah tumbuh yang dapat dibangun dalam beberapa fase,” ujar CEO Delution, Muhammad Egha.

  • Dua Bangunan di Bangun Dalam Sepetak Tanah

The Twins, memiliki dua bangunan dengan ukuran yang berbeda. Satu rumah terdiri dari dua kamar tidur dengan kamar mandi, dapur dan ruang makan untuk empat orang. Sementara rumah yang satu lagi memiliki kamar tidur dengan kamar mandi dan ruang keluarga.

Kedua bangunan itu dibangun dalam satu petak tanah, lalu dihubungkan dengan pintu kaca yang bisa dipasang dan dibuka kapan saja untuk menciptakan ruangan multiguna yang lebih luas.

Rumah ini didesain oleh tiga orang, yaitu Muhammad Egha, Hezby Ryandi, dan Fahmy Desrizal. Mereka dibantu sebuah tim teknis yang terdiri dari Haidar Majid dan Defi Andri.