Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri 2020 Diproyeksi Hanya 80 Persen dari Target

zehrabilgisayar.net, migas – Revisi proyeksi serapan pasokan baru bara yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk kebutuhan dalam negeri atau DMO (domestic market obligation) sampai akhir tahun hanya mencapai sekitar 80,64 persen dari target tahunan.

Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan bahwa sampai bulan Desember 2020, serapan kebutuhan dalam negeri untuk batu bara diproyeksikan hanya mencapai sekitar 125 juta ton dari target awal yang dipatokan sebesar 155 juta ton.

Dimana sebelumnya serapan DMO yang diperkirakan oleh Kementerian ESDM bisa mencapai 141 juta ton sampai akhir tahun 2020.

Pandemi Covid-19 yang terjadi memberikan pengaruh negative terhadap penggunakan batu bara untuk kepentingan dalam negeri, ucapnya, Senin (14/9/2020) pada acara The 5th Save Indonesia Coal 2020 Perhapi.

Menurutnya, penurunan penggunaan batu bara dalam negeri terjadi karena berkurangnya konsumsi batu bara oleh PT PLN (Persero) dari perencanaan semula yang ditargetkan sebesar 109 juta ton menjadi 95,6 juta ton sampai akhir tahun 2020.

Industri dalam negeri lainnya juga mengalami hal yang sama, seperti semen, tekstil, serta kertas. Namun berbeda untuk industri pengolahan mineral yang penggunaan batu baranya relatif meningkat, ucapnya.

Sampai bulan Juli 2020, serapan DMO yang terealisasi hanya mencapai 73 juta ton atau sekitar 47 persen dari target sepanjang tahun.

Pembangkit listrik PLN merupakan pengguna paling besar dalam negeri untuk kebutuhan batu bara, yaitu mencapai 70 persen dari total kebutuhan DMO. Sedangkan sisanya untuk beberapa industry lainnya seperti pengolahan dan pemurnian sekitar 11 persen, semen 10 persen, kertas 4 persen, tekstil 4 persen serta pupuk 1 persen.

Dimana akhir Juni 2020, Sujatmiko, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara memproyeksikan serapan kebutuhan dalam negeri (DMO) hanya mencapai sekitar 141 juta ton dari target awal yaitu sebesar 155 juta ton.