Alsintan Kementan Siap Bantu Petani untuk Proses Panen di Kalteng

zehrabilgisayar.net, pertanian – Bantuan alat dan mesin pertanian atau Alsintan yang disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) langsung dimanfaatkan untuk lokasi Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Untuk membantu petani dalam mengolah lahan dan proses panen, Alsintan dari Kementerian Pertanian sudah mulai digunakan.

Proses pertanian di Food Estate menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dilakukan dengan cara mekanisasi.

“Saya instruksikan Ditjen PSP menyiapkan traktor sekaligus transplenter padi tiap lahan di Lokasi Food Estate. Program ini merupakan tekad pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan dilakukan lintas kementerian, jadi harus didukung semua pihak,” kata Menteri Pertanian SYL, Minggu (13/9).

Direktur Jenderal PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan bahwa sejumlah mesin pertanian guna mendukung pengolahan lahan di lokasi Food Estate telah disediakan oleh pihaknya di Pulang Pisau.

“Saat ini sedang dalam proses panen di lokasi Food Estate. Untuk lahan yang sudah selesai panen segera lakukan pengolahan tanah agar siap ditanami kembali. Lahan yang diolah seluas 1000 hektar dan akan ditanami terlebih dahulu oleh Presiden Joko Widodo,” kata Eddy.

Proses panen di lokasi Food Estate dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Sabtu (12/9), tepatnya di Desa Belanti Siam dan Desa Gadabung, Kabupaten Pandih Batu. Prosesnya dilakukan dengan menggunakan alsintan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Sebelum kedatangan Menteri Pertanian SYL, acara diawali dengan syukuran panen raya di area Food Estate bersama Gubernur Kalimantan Tengah.

“Masyarakat petani di Desa Belanti Siam dan Gadabung berhasil panen dua kali dalam setahun, dan dalam satu hektar mereka berhasil memanen lebih dari 5 ton,” kata Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.

Menurutnya, program Food Estate dapat memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat petani. Hal ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memajukan program ketahanan pangan nasional.