Kapal Jepang Harus Ganti Rugi Ke Mauritius Sebesar US$ 9,4 Juta, Kenapa ?

zehrabilgisayar.net, migas – Operator kapal tanker Jepang yang menumpahkan lebih dari 1.000 ton minyak di lepas pantai Mauritus pada Juli menjanjikan akan ganti rugi sebesar US$ 9,4 juta atau setara dengan Rp 136 miliar untuk melakukan pembersihan. Dampak dari tumpahan tersebut mangrove dan terumbu karang rusak parah.

Mauritius sebelumnya meminta Jepang untuk menyediakan US$ 34 juta untuk membantu mengatasi dampak tumpahan minyak.

Mitsui OSK Lines mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya berencana untuk menyumbangkan total dana sebesar satu miliar yen (US$ 9,4 Juta) selama beberapa tahun kedepan untuk memperbaiki dan memulihkan lingkungan laut yang sudah rusak.

Langkah-langkah tersebut termasuk menjalankan proyek perlindungan bakau dan karang serta dana pemulihan lingkungan.

Selain itu, perusahaan perkapalan juga akan memberikan dukungan lebih lanjut kepada industri perikanan dan pariwisata lokal namun lebih detailnya akan dikerjakan nanti.

Tumpahan bahan bakar tersebut diyakini telah bocor dari kapal sejak bulan Agustus setelah kandas di pantai Mauritus.

Disamping itu para ahli menggambarkan bahwa tumpahan minyak itu menjadi bencana alam yang akan berdampak luas dan jangka panjang.

“Sementara tumpahan minyak mungkin menghabiskan berminggu-minggu menjadi berita utama, minyak akan menghabiskan beberapa dekade di garis pantai,” kata Carroll Muffett, presiden Pusat Hukum Lingkungan Internasional nirlaba yang berbasis di AS Agustus lalu.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan pekan lalu bahwa negaranya akan terus mendukung upaya pemulihan.

Kecelakaan itu masih diselidiki oleh otoritas Mauritius. Hal itu menyebabkan protes yang meluas.