Hasil Uji Teknis Menentukan Regulasi Biodiesel 40%

zehrabilgisayar.net, migas – Untuk memulai membuat regulasi bahan bakar nabati, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu hasil uji teknis campuran biodiesel 40 persen.

Andriah Feby Misna, Direktur Bioenergi mengatakan bahwa hasil uji teknis yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dibutuhkan sebagai salah satu masukan untuk melakukan regulasi B40.

Tetapi, pihaknya masih belum bisa memastikan berapa lama pembuatan draf regulasi tersebut sesudah hasil uji teknis tersebut telah selesai.

Saya masih tidak dapat memastikan, hal tersebut karena banyak faktor untuk menerbitkan regulasi, ucapnya, Jumat (11/9/2020).

Sebelumnya, Dadan, Kusdiana, Kepala badan Litbang ESDM mengatakan bahwa sekarang ini kajian untuk penerapan B40 telah memasuki tahap pengujian ketahanan mesin dengan menggunakan engine test bench yang dilakukan selama 1.000 jam terhadap dua formulasi.

B40 merupakan formulasi yang pertama kali dilakukan, dimana formula ini dilakukan dengan mencampurkan 40% FAME dengan 60 persen solar. Sedangkan campuran 60 pesen bahan bakar solar dengan 30 persen FAME serta 10 persen Distillated fatty acid methyl esther (DPME) adalah untuk formulasi kedua.

Kepala Badan Litbang ESDM menargetkan bahwa kajian penerapan B40 akan selesai pada akhir tahun ini. Tetapi Bidang penelitian dan pengembangan untuk sementara tidak akan melakukan uji jalan B40 seperti yang dilakukan pada percobaan penerapan B30 dikarenakan pandemi Covid-19.