Panas Bumi, Semester I/2020 Investasi Masih Jauh di Bawah Target

zehrabilgisayar.net, migas – Berdasarkan catatan ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), investasi yang berada di sektor panas bumi di sepanjang semester I/2020 masih jauh di bawah target.

Investasi panas bumi yang teralisasi sampai kuartal kedua pada tahun ini tercatat hanya mencapai US$ 302 juta. Dimana realisasi tersebut baru mencapai 28,67 persen dari target yang sudah di tetapkan sepanjang tahun yang dipatok senilai US$ 1,05 miliar.

Kondisi pengembangan panas bumi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, terkait pembangkit listrik, produksi uap dan PNBP masih sesuai target yang diberikan. Namun status investasi untuk sekarang ini masih di bawah target, ucap Direktur Panas Bumi EBTKE Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, dalam acara Digital Indonesia Internasional Geothermal Convention 2020.

Ida juga mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 tersebut memberikan tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan panas bumi, seperti terganggunya transportasi logistic serta peralatan yang mengakibatkan tertundanya proyek panas bumi.

Penundaan yang terjadi akan mengakibatkan meningkatnya biaya, bahkan yang lebih jauh lagi dapat mengakibatkan penundaan lainnya yang berhubungan dengan proyek berikutnya, ucap ida.

Selain itu, untuk produksi listrik pembangkit panas bumi sampai kuartal II/2020 tercatat mencapai 56,72 persen sekitar 9.078 GWh (gigawatt hour) dari target tahunan yaitu sebesar 16.005 gigawatt hour.

Sedangkan untuk produksi uap panas bumi telah mencapai 57,94 persen sekitar 65,2 juta ton dari target tahunan yaitu sebesar 112,53 juta ton.

Bahkan untuk penerimaan PNBP panas bumi telah mencapai sebesar Rp 748 miliar. Dimana realisasi tersebut sudah mencapai sekitar 55,72 persen dari target tahunan yang diharuskan senilai Rp. 1,478 triliun.