Belum Terdapat Petani Ganja yang Legal dan Jadi Binaan Kementan

zehrabilgisayar.net, pertanian – Tanaman ganja saat ini ramai diperbincangkan karena tamanan tersebut masuk dalam kelompok tanaman obat. Tanaman ganja masuk dalam kategori tanaman obat melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 511 tahun 2006 dan telah disempurnakan di Kepmentan Nomor 104 tahun 2020.

Tommy Nugraha, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktoral Jenderal Hortikultura menyampaikan bahwa setelah adanya Keputusan Menteri Pertanian yang tertuang dalam surat Nomor 511/2006, Kementerian Pertanian berupaya memberikan pembinaan dengan melakukan pengalihan ke berbagai jenis tanaman produktif lainnya, dan melakukan pemusnaan tanaman ganja yang ada saat itu

Tanaman ganja termasuk salah satu kelompok komoditas tanaman obat, tanaman ganja ini juga dapat ditanam hanya untuk keperluan medis dan secara legal diatur dalam UU Narkotika, itu yang kita jadikan acuan, ucap Tommy, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2020).

Pada prinsipnya Kementerian melepaskan perizinan usaha budidaya tanaman ganja sebagaimana dimaksud pada Kepmentan Nomor 104 tahun 2020, tetapi dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Perundang-undangan. Penyalahgunaan tanaman tersebut menurut Tommy menjadi bagian tersendiri dan tentunya memiliki peraturannya tersendiri.

Berdasarkan Undang-Undang Hortikultura yang tertulis dalam Pasal 67 mengatakan bahwa Budidaya berbagai jenis tanaman hortikultura yang dapat merugikan kesehatan masyarakat Indonesia dapat dilakukan demi kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan, kecuali berdasarkan ketuntuan lainnya dari untdang-undang, ucap Tommy.

Terkait dengan Polemik Publik terhadap tanaman Ganja sebagai salah satu komoditas tanaman obat pada Kepmenta Nomor 104 tahun 2020. Kementan sangat terbuka dan akan dilakukan pengajian kembali untuk dilakukan revisi. Meskipun sebagai informasi, sampai sekarang ini tidak ada satu pun petani ganja yang menjadi petani legal dan menjadi binaan dari Kementan.

Kepala Biro Human dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menjelaskan terkait Keputusan Menteri Pertanian dalam surat Nomor 104/2020, akan tetap memasukkan komoditas tanaman ganja yang sebelumnya sudah termuat dalam Kepmentan Nomor 511/2016, bahkan ada beberapa tambahan emerging commodity atau komoditas potensial terbaru secara khusus yang memiliki potensi ekonomi.

Hal itu sudah sejak 2006, kenapa baru ribut sekarang. Kenapa saat keluar Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104/2020 berhubungan dengan komoditas binaan? Hal tersebut karena Kementan mengakomodir beberapa komoditas emerging ekspor baru seperti porang serta sarang walet sebagai komodiatas binaan Kementan, tegas Kuntoro.

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian akan selalu konsisten akan komitmen dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba salah satunya tanaman ganja, dan akan selalu melakukan revisi terhadap Kepmentan setelah melakukan pembicaraan dengan stakeholder yaitu BNN, Kemenked, LIPI.

Menteri Pertanian, SYL juga akan selalu berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pegawai yang memiliki hubungan dengan Kementan bebas dari narkoba, dan akan selalu aktif melakukan edukasi pengalihan pertanian tanaman pangan, hortikutura, dan perkebunan bersama dengan BNN, pada berbagai daerah yang menjadi titik potensi penanaman ganja secara ilegal.

Deputi Pemberadayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Dunan Ismail Isja yang bekerja sama dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, akan terlibat aktif untuk program Grand Design Alternative Development (GDAD). Kerja sama yang dilakukan tersebut adalah upaya mengurangi kultivasi ganja dan menurunkan angka pravalensi penyalahgunaan narkoba salah satunya ganja dengan melakukan penanaman jagung hibrida seluas 11, 017 hektar di Desa Bate Raya, Juli, Kabupaten Bireuen.

Kementerian Pertanian juga ingin terus berkontribusi untuk dapat bersama-sama melakukan perubahan dengan melakukan pengubahan pola pikir masyarakat, serta memberdayakannya dengan melakukan penanaman sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan, ucapnya.