Investor Jepang Tertarik Untuk Danai Pembangunan IKN Baru

zehrabilgisayar.net – Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan perpindahan ibu kota negara (IKN) baru ke Penajem Passer Utara, Kalimantan Timur.

Sekarang ini, sudah ada ratusan investor asing yang tertarik dalam pengembangan ibu kota negara baru tersebut salah satunya adalah Jepang.

Bahkan, negara Jepang digadang-gadang akan melakukan pembiayaan pembangungan IKN dengan syarat ada sekitar 50 juta orang tinggal dan menetap di IKN.

Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Pemukiman Bappenas, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi Indonesia’s New Capital: Opportunities dan Challenges, Minggu (16/8/2020)

Tentu saja ini bukanlah suatu hal yang mudah. Tidak mungkin mendatangkan sekitar 50 juta orang dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, kami akan memberikan syarat, kriteria, dan seleksi dari ratusan investor asing yang masuk dalam daftar kami, ucap Dewi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN menerbitkan sebuah promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bertema KPR BTN Merdeka.

Program promo KPR BTN Merdeka berlaku mulai dari tanggal 15 Agustus sampai 30 Semptember 2020.

Promo KPR BTN Merdeka ini diterbitkan dalam rangka untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, ucap Suryanti Agustinar, Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Devision (NSLD) Bank BTN.

Kami memberikan tawaran angsuran untuk KPR BTN Merdeka cukup ringan, dimana suku bunganya hanya 4,17 persen tetap setahun, dengan bebas untuk angsuran pokok selama dua tahun, ucap Yanti dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2020).

Bahkan, ada keringan lain yang bisa didapat yaitu jangka waktu kredit yang lebih lama, dapat mencapai 30 tahun.

Lantas, seperti apa kelengkapan infromasi dari promo KPR BTN Merdeka?

Dimana setelah mengalami perlambatan yang terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, sektor properti mengalami banyak tantangan lebih berat karena adanya Pandemi Covid-19.

Akhirnya, dampak dari Pandemi ini harus memaksa pasar untuk menunda pembelian.

Walaupun begitu, Greenwoods Group masih terus bertahan dan tetap melakukan produksi, dengan cara mempercepat pembangunan hunian Citaville Parung Panjang, Banten.

Pengembang pembangunan kawasan hunian Citaville Parung Panjang telah melakukan prosesi topping off (tutup atap) untuk tahap pertama dengan nilai investasi sebesar Rp. 200 miliar pada tanggal 11 Agustus 2020.