Pembangunan Perumahan Mengikis Lahan Pertanian di Mataram

zehrabilgisayar.net – Pemerintah Kota Mataram mengatakan bahwa saat ini lahan pertanian di daerah tersebut tersisa sekitar 1.487 hektare yang sebelumnya pada tahun 2019 sekitar 1.513 hektare, dimana hal tersebut dikarenakan maraknya lain terhadap fungsi lahan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Mutawalli mengatakan bahwa pengurangan area lahan pertanian ini dipicu karena alih fungsi lahan yang mencapai 26 hektare, dimana lahan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk pembangunan perumahan.

Ucapnya, data sisa area lahan pertanian Kota Mataram tersebut diambil berdasarkan data dari Badan Pertahanan Nasional.

Menurutnya, jumlah area lahan pertanian di Mataran ke depannya akan terus mengalami penurunan seiring dengan tingginya alih fungsi lahan yang terdapat di kota Mataram untuk berbagai kebutuhan.

Apalagi setelah diberlakukan rencana tata ruang wilayah yang sudah dapat melakukan aktivitas pembangunan untuk beberapa titik yang sebelumnya tidak boleh ada pembangunan, yang membuat alih fungsi lahan di kota ini sulit untuk dibendung akibat pesatnya perkembangan di daerah tersebut.

Untuk membendung alih fungsi lahan memang tidak mudah, dimana saat ini perkembangan kota sudah sedemikian rupa, sehingga mau tidak mau alih fungsi lahan tidak dapat kita hindari lagi, ucapnya.

Kecuali lahan pertanian yang tidak boleh ada aktivitas pembangunan adalah lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 509 hektare yang sudah ditetapkan dan dikuatkan dengan regulasi, sehingga tidak ada pembangunan dalam jangka waktu tertentu, ucap Matuwalli.

Oleh sebab itu, setiap tahun kita memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi untuk para petani yang memiliki lahan yang telah ditetapkan sebagai area lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), sesuai dengan komitmen sebelum penetapan, ucapnya kembali.