Memanasnya AS-China Harga Minyak Bergerak Naik

zehrabilgisayar.net, migas – Harga minyak bergerak naik pada perdagangan Jumat didukung data ekonomi dari Eropa. Namun kenaikan tersebut dibatasi ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang tengah memanas.

Dikutip dari CNBC harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 3 sen ke level USD 43,34 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 22 sen menjadi USD 41.29 per barel.

Ketegangan meningkat setelah China memberi perintah kepada Amerika Serikat untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu pada Jumat kemarin. Hal ini sebagai respon dari permintaan AS agar China menutup konsulatnya di Houston.

Ketegangan baru antara dua konsumen minyak teratas dunia memicu kekhawatiran tentang permintaan minyak, yang sudah lemah akibat meningkatnya kasus virus corona di Amerika Serikat.

Barclays Commodities Research mengatakan harga minyak bisa melihat koreksi jangka pendek jika pemulihan permintaan bahan bakar melambat lebih lanjut, terutama di Amerika Serikat.

Tetapi, bank menurunkan perkiraan surplus pasar minyak di 2020 menjadi rata-rata 2,5 juta barel per hari dari 3,5 juta bph sebelumnya.

Aktivitas bisnis di AS meningkat ke level tertinggi dalam 6 bulan terakhir di bulan Juli. Namun, perusahaan AS melaporkan penurunan permintaan barang karena kasus Covid-19 yang terus meningkat di seluruh dunia.

Pandemi yang kembali bangkit telah menggelapkan prospek ekonomi AS. Beberapa negara bagian telah menerapkan kembali pembatasan untuk menekan munculnya wabah baru. Hal ini tentu diprediksi akan mengurangi bahan bakar.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengagguran mencapai 1.416 juta minggu lalu, secara tidak terduga untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir.