4 Jenis Tambak Udang Dengan Tingkat Kepadatan Tebarnya

zehrabilgisayar.net, peternakan – Penentuan kolam pada tambak dilakukan dengan fungsi sebagai lahan tempat komoditi perairan dibudidayakan. Pada umumnya, tambak lebih sering digunakan untuk membudidayakan udang. Jenis kolam untuk tambak ada beberapa macam, namun biasanya masyarakat lebih sering menggunakan kolam tanah langsung. Hal ini banyak dilakukan karena kolam tanah tidak memerlukan biaya yang mahal.

Walaupun semua tambak terlihat sama antara satu dengan yang lain. Ternyata, tambak ada macam jenisnya. Untuk diketahui ada 4 jenis tambak yang bisa anda kelola, diantaranya adalah tambak ekstensif, semi intensif, intensif, dan super intensif.

  1. Ekstensif

Tambak ekstensif atau bisa dibilang juga sebagai tambak tradisional merupakan jenis tambak yang paling banyak digunakan oleh para petambak. Metode ekstensif dimiliki padat tebar yang rendah, sehinggamemiliki tingkat produktifitas yang sangat rendah juga. Walaupun begitu, tingkar perawatan yang dilakukan juga akan semakin mudah, sehingga resiko udang terkena penyakit juga kecil. Padat tebar pada tambak ekstensif umumnya berkisar antara 3.000 hingga 8.000 ekor per ha, dengan hasil panen yang didapat adalah 300 – 2.000kg

  1. Semi intensif

Tambak semi intensif dianggap cocok digunakan di Indonesia, karena selain hasil panen yang didapat besar, dampak terhadap lingkungannya juga relative lebih kecil. Padat tebar ideal pada tambak semi intensif adalah  10.000 sampai 20.000 per ha, dengan hasil panen bisa mencapai 2.000 sampai 3.000 kg. karena padat tebar yang masih tidak terlalu padat, membuat tambak semi intensif ini tergolong cukup mudah dilakukan pengontrolan, sehingga pencemaran air tidak cepat terjadi.

  1. Intensif

Tambak intensif pada umumnya memiliki padat tebar yang cukup tinggi, yaitu 20.000 sampai 50.000 ekor per ha. Tambak intensif biasanya menggunakan kolam tanah langsung, akan tetapi dapat juga menggunakan lapisan seperti geomembrane untuk mengurangi tingkat erosi tanah. Kedalaman kolam tambak juga dibuat lebih dari 1meter, sehingga udang dapat bergerak dengan bebas.

Akibat dari padat tebat yang tinggi, tambak intensif dapat menghasilkan limbah yang lumayan lebih banyak bila dibandingkan dengan tambak ekstensif dan semi intensif, serta dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dari budidaya tambak intensif berasal dari tumpukan pakan yang mengandung senyawa merugikan seperti C, N, dan P.

  1. Super intensif

Padat tebar pada tambak super intensif ditingkatkan lagi, sehingga menjadi lebih besar bila dibandingkan dengan tambak intensif. Padat tebar yang tinggi memungkinkan petambak mendapatkan hasil panen yang lebih besar. Akan tetapi, pengaplikasiannya membutuhkan biaya yang cukup mahal. Demi menunjang asupan oksigen pada tambak, anda setidaknya membutuhkan 8 unit kincir, 4 unit turbo jet serta blower yang berkekuatan 5,5 HP. Keadaan kolam tambak juga harus ditingkatkan menjadi sekitar 260cm agar udang tidak terlalu oenuh sesak.