Distribusi Hewan Kurban, Keamanan dan Kelancaran Terjamin !

zehrabilgisayar.net – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian menjamin keamanan dan kelancaran distribusi hewan kurban jelang hari raya Idul Adha yang semakin dekat.

Pernyataan tersebut dikeluarkan pasca datangnya pengiriman hewan kurban dari wilayah sentra seperti Bima, Nusa Tenggara Barat ke Pelabuhan Nusantara Tanjung Priok di Jakarta pada selasa (7/7/2020).

“Alat angkut yang digunakan sudah sangat baik, karena telah didesain khusus berdasarkan dan berprinsip pada kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan,” kata Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Barantan Agus Sunanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Agus, pengiriman hewan ternak seperti sapi tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi lainnya. Ada risiko alam yang tidak dapat di prediksi, seperti misalnya sapi yang stres atau mati.

“Dengan fasilitas KM Camara Nusantara V yang dioperasikan PT ASDP Ferry Indonesia ini, maka penyusutan bobot hingga kematian pada ternak dapat diminimalisir,”katanya.

Selain itu, para petugas karantina pertanian yang terdiri dari medik veteriner dan paramedik veteriner juga langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap distribusi hewan kurban yang datang.

“Dari hasil pemeriksaan fisik, kami nyatakan sehat dari area yang sudah dibekali sertifikat kesehatan dan hasil uji laboratorium yang menyatakan negatif penyakit Brucellosis, Anthrax dan parasit darah Tripanasoma,”ujar salah seorang dokter hewan, Hanif Farchani.

Adapun menjelang perayaan Idul Adha, lalu lintas pemasukan sapi lokal yang bersandar di Pelabuhan Nusantara Tanjung Priok menunjukan tren peningkatan. Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan IQFAST selama Mei dan Juni 2020 tercatat pemasukan sapi lokal terutama dari Bima dan Kupang sebanyak 4.731 ekor dalam 51 kali pengiriman.

Secara jumlah dibandingkan dengan periode sama pada 2019 lalu, pengiriman ini masih separuhnya yaitu 7.143 ekor dengan total 108 kali. Tetapi dengan waktu hari raya yang masih di akhir Juli, diprediksi jumlah sapi yang akan datang meningkat, minimal dengan jumlah yang sama seperti yang terjadi di tahun lalu.