Teknologi baru dalam budidaya udang vaname ala pemprov jatim

zehrabilgisayar.net, peternakan – Pemerintah daerah provinsi jawa timur (pemprov jatim) melalui dinas kelautan dan perikanan berhasil mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) budidaya udang vaname. Pengembangan teknologi yang berbasis bio herbal itu mempersingkat jangka waktu pemeliharaan dengan optimal.

Dalam panen raya udang vaname diinstalasi budidaya laut (IBL) prigi, trenggalek, jawa timur, sebanyak belasan ton udang vaname dipanen. Udang – udang berukuran 50 itu merupakan hasil budidaya selama 70hari. Waktu ini lebih pendek ketimbang budidaya biasa yang memakan waktu sekitar 120hari.

“Kami (Pemprov Jatim) mengapresiasi teman-teman di IBL Prigi yang sudah mengembangkan teknologi ini,” ujar Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, seperti yang dikutip dari Antara.

Dalam keberhasilan SOP budidaya udang vaname ini juga dikembangkan dan disebarluaskan ke petani tambak udang di pesisir jatim lainnya, seperti blitar, tulungagung, dan pacitan.

Tim IBL akan menerapkan metode herbal dengan memanfaatkan bakteri yang sudah dilemahkan. Tata kelola air dibantu dengan bakteri yang dilemahkan akan berdampak terhadap bibit udang yang sedang dibudidayakan. Misalkan penggunaan listrik lebih efisien dan penggunaan pakan lebih rendah.

“Metode optimalisasi pengelolaan air inilah yang membuat rentang waktu budidaya lebih pendek” kata hari pranoto, kepala bidang perikanan budidaya dinas kelautan dan perikanan jatim.

Pemprov jatim mencatat kemampuan produksi udang vaname dijatim baru mampu memenuhi 70,8 persen kebutuhan industry didaerah tersebut. Volume produksi udang vaname di seluruh kawasan pesisir jatim sekitar 93.000ton berdasarkan estimasi produksi selama kurun 2019.