Pemanfaatan Lahan Sempit Dalam Budidaya Lobster

zehrabilgisayar.net, peternakan – Lobster Air Tawar atau Freshwater Crayfish adalah salah satu genus yang termasuk dalam kelompok udang (Crustacea) air tawar yang secara alami memiliki ukuran tubuh relative besar dan memiliki siklus hidup hanya di lingkungan air tawar. Beberapa nama internasional lobster air tawar ini adalah crayfish, crawfish, dan crawdad.

Dalam proses pembudidayaan sangatlah mudah dibandingkan dengan budidaya udang galah ataupun udang jenislainnya. Berbeda halnya dengan budidaya udang, budidaya LAT sangatlah mudah, bahkan ekstrimnya ibu – ibu rumah tangga juga bisa membudidaya lobster air tawar di rumah. Akan tetapi , dalam melakukannya akan muncul beberapa kendala yang akan anda hadapi untuk para pembudidaya yang biasa disebut juga LATers. Masalah yang muncul adalah lahan, di Indonesia sendiri khususnya belum ada lahan budidaya lobster air tawar yang berskala industry besar, yang ada hanyalah skala kecil atau bisa disebut juga home industry.

Kendala yang sudah disebutkan diatas bisa diatasi dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah, seperti di halaman belakang rumah, garasi yang tidak terpakai, ataupun di akuarium.

Dengan lahan yang kecil anda bisa membuat akuarium ataupun kolam fiber yang bisa anda gunakan. Dengan ukuran yang bisa anda buat adalah 1.5Mx2M dengan kedalaman 50CM. bak yang seperti ini untuk pembenihan dan pembesaran. Yang banyak orang lakukan dirumah dalam pembenihan LAT dengan menggunakan 1 set indukan produktif yang berukuran 6inci ( 3 jantan 5 betina ).

Jika menggunakan aquarium untuk pembenihan disarankan dengan ukuran 2×1,5×0,5m, keuntungan menggunakan aquarium ialah jika kita memiliki lebih dari 4 aquarium kita dapat menyusun nya secara bertingkat dengan menggunakan rak besi atau kayu tergantung dari modal yang kita punya, selain itu kita juga bisa melihat semua aktivitas lobster dengan mudah.

Kendala lahan merupakan suatu kendala yang dapat menghambat produksi kita, maka untuk mengatasinya kita harus bisa memanfaatkan lahan sekecil apapun yang tersedia.

Bicara soal modal, untuk memulai usaha budidaya LAT dengan skala kecil tidaklah membutuhkan modal yang besar. Dengan uang Rp.1 juta kita dapat memulai usaha ini dengan cukup membeli 1-2 set indukan LAT serta alat2 pendukung lainnya seperti air rator, water pump, filter air serta pipa PVC berukuran sedang. Dengan asumsi bahwa lobster akan siap dipanen setelah usianya mencapai 6-7 bulan atau berukuran 5 inc telah dapat dijual dengan harga 150-250 ribu/kg. jadi dengan ketekunan dan kesabaran maka dipastikan kita akan memdapat untung yang lumayan besar setelah panen.