Cara Budidaya Ikan Bandeng Yang Terbukti Meningkatkan Hasil Panen Yang Melimpah

zehrabilgisayar.net, peternakan – Bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pilihan masyarakat untuk mengkonsumsi jenis ikan ini. Mulai dari dagingnya yang lembut, rasanya yang lezat, hingga faktor kebudayaan seperti status social. Sebagian masyarakat masih percaya bahwa mengkonsumsi ikan ini melambangkan status social dilingkungannya.

Akan tetapi, tingginya minat konsumen terhadap jenis ikan bandeng ini belum diimbangi oleh produksi dan produktifitas yang tinggi juga. Oleh sebab itu dibutuhkan beberapa upaya, mulai dari intensifikasi hasil budidaya ikan bandeng hingga ekstensifikasi.

Usaha intensifikasi budidaya ikan bandeng termasuk teknologi tarapan yang harus terus diupayakan. Salah satu teknologi terapan dalam budidaya ikan bandeng adalah pemanfaatan mikroba sebagai probiotik untuk meningkatkan daya tahan hidup dan bobot bandeng.

Inilah beberapa tips bubidaya ikan bandeng untuk menaikan produktifitas

  1. Persiapan kolam ataupun tambak ikan bandeng

Persiapan kolam atau tambak ikan bandeng ini meliputi kegiatan pengangkatan endapan lumpur, pengeringan, pengapuran, pemupukan dan pengisian air sebelum penebaran.

  • Pengangkatan endapan lumpur pada kolam atau tambak ikan bandeng

Endapan lumpur sisa – sisa budidaya ikan bandeng periode sebelumnya biasanya terkumpul di tengah kolam atau dekat dengan saluran pengeluaran atau pintu air. Endapan ini banyak mengandung bahan organic dari sisa pakan yang tidak dicerna dan kotoran seperti fases, kulit ikan dan sisa sekresi lainnya serta gas beracun seperti asam sulfide. Endapan lumpur ini harus dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan ikan terutama di usia muda.

  • Pengeringan tambak pada budidaya ikan bandeng

Setelah endapan lumpurnya sudah bersih, maka kolam atau tambak ikan bandeng perlu dikeringkan agar sisa – sisa gas beracun yang ada didasar kolam dapat menguap. Lamanya pengeringan sangat tergantung pada kondisi cuaca dan kondisi tanah, biasanya antara 2 sampai 3 minggu.

  • Pengapuran pada tambaj ikan bandeng untuk menaikan PH tanah

Kapur yang biasa digunakan adalah kapur pertanian (CaCO3) yang dimana berfungsi untuk menaikan PH tanah, pengendalian hama penyakit dan mempercepat proses penguraian bahan organic. Kebutuhan kapur yang digunakan sangat tergantung pada kondisi PH tanah.

  • Pemupukan untuk meningkatkan pakan alami ikan bandeng

Pemberian pupuk kandang yang telah difermentasi sempurna akan sangat membantu suatu pertumbuhan phytoplankton sebagai pakan alami nener dan ikan bandeng muda. Pada tahap ini juga perlu disemprotkan dengan pupuk organic dengan takaran 5kg/hektar.

Fungsi dari penyemprotan pupuk organic ini adalah untuk mempercepat proses penguraian bahan organic, menetralisir racun dan kandungan logam berat, pengendalian penyakit yang berasal dari tanah.

  • Pengisian air sebelum tebar benih pada tambak ikan bandeng

Dalam pengisian air sebelum melakukan penebaran dilakukan 2 kali:

  • Setelah aplikasi penyemprotan pupuk, kolam diisi air setinggi kurang lebih 30cm dan didiamkan selama 5 hari dengan tujuan untuk menumbuhkan phytoplankton dan klekap sebagai pakan alami nener dan bandeng muda.
  • Setelah 5 hari kolam diisi dengan air kembali sampai setinggi 90 – 100cm dan disemprot dengan dosis 6 liter/hektar. Penyemprotan pupuk ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas air kolam. Kondisi ini dipertahankan selama 5 hari sebelum tebar benih.

  1. Pemilihan dan penebaran benih ikan bandeng

Benih ikan (nener) saat ini banyak dijual di pusat-pusat pembenihan ikan seperti Balai Benih Ikan atau Hatchery.  Pilih benih ikan (nener) yang sehat dan  ukurannya seragam.  Ukuran benih ikan (nener yang siap dipelihara di kolam pembesaran adalah 3 – 5 gram/ekor.

Menurut Radjiman,1988, faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam tebar benih ikan (nener) ini adalah :

Padat tebar.

Kepadatan benih ikan (nener) yang akan ditebar disesuaiakan dengan metode pemeliharaan di kolam pembesaran.  Padat tebar pada kolam dengan metode tradisional yang disempurnakan biasanya 2 – 3 ekor/M². Lama pemeliharaan pada kolam ini sampai dengan ikan ukuran konsumsi sekitar 4 bulan.

Waktu penebaran.

Waktu penebaran benih ikan (nener) yang ideal adalah pada pagi buta sampai pukul 07.30 atau sore hari antara pukul 16.00 – 18.00.  Kondisi air pada saat itu fluktuasi suhu, parameter air dan lingkungan relatif stabil.

Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah proses penyesuaian antara benih ikan (nener) dengan lingkungan kolam pembesaran.  Aklimatisasi dilakukan secara berlahan agar benih ikan (nener) tidak shock dan stress yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian benih ikan (nener).

  1. Perawatan dikolam pembesaran

Perawatan dikolam pembesaran akan meliputi pemberian pakan dan probiotik, monitoring pertumbuhan serta perawatan pada kolam.

  • Pemberian pakan dan probiotik ikan bandeng

Dalam pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang baik yaitu pakan alami maupun pakan buatan ataupun pelet. Kelebihan dalam melakukan pemberian pakan akan menyebabkan penumpukan bahan organic dan menurunkan kualitas air. Sebaliknya kekurangan pakan akan menyebabkan suatu pertumbuhan ikan menjadi tidak optimal dan rentan terserang penyakit. Pakan buatan ini berbentuk pelet dengan ukuran dan kandungan nutrisi yang berbeda – beda sesuai dengan ukuran size dan kebutuhan ikan.

Pemberian pakan dilakukan 2kali dalam sehari, pagi dan sore hari kira – kira 5% dari berat total tubuh ikan. Untuk meningkatkan kecernaan dan kualitas pakan buaran dapat ditambahkan suplemen organik pada pakan. Suplemen organik juga bisa anda aplikasikan kedalam air dosis 6liter/hektar dengan interval seminggu sekali untuk menjaga kualitas air dan pertumbuhan phytoplankton. Ketersediaan pakan alami yang berlimpah dapat mengurangi kematian benih dan bandeng mudah secara signifikan.

  • Monitoring pertumbuhan

Monitoring pertumbuhan dilakukan secara periodik untuk mengetahui pertumbuhan ikan secara individu, populasi dan biomas. Respon terhadap pakan dan kesehatan ikan juga dimonitor.Data yang terkumpul selanjutnya digunakan untuk menentukan jumlah pakan, tingkat kesehatan dan penanggulangannya serta kapan waktu panen.

  • Perawatan lain selama pembesaran.

Perawatan lain selama pembesaran meliputi pengaturan air, perawatan pintu air dan pematang, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit.

  • Pengaturan air.

Selama periode pemeliharaan, kondisi air yang perlu diperhatikan adalah menjaga kedalaman air dan menjaga kualitas air agar ikan dapat tumbuh dengan optimal.

  • Perawatan pintu air dan pematang.

Perawatan pintu air dan pematang dimaksudkan untuk menghindari adanya kebocoran air serta menjaga sanitasi dari inang hama penyakit ikan.

  • Pemupukan susulan.

Pemupukan susulan dilakukan untuk menjaga suplai unsur hara yang menunjang perkembangan pakan alami.  Pupuk yang dugunakan dapat berupa pupuk organik ataupun pupuk buatan yang kebutuhannya tergantung pada tingkat kesuburan dan perkembangan pakan alami.

  • Pengendaliuan hama penyakit.

Pengendalian hama penyakit sebenarnya sudah dilakukan sejak persiapan kolam dan monitoring secara berkala.  Pengapuran, aplikasi pupuk organik Perikanan dapat mencegah perkrmbangan hama dan penyakit pada ikan.

Bakteri baik yang terkandung dalam produk GDM mampu meningkatkan kekebalan ikan pada serangan penyakit dan membuat kondisi lingkungan yang tidak nyaman bagi hama-hama ikan.

  1. Panen ikan bandeng

Panen ikan bandeng bisa dilakukan setelah ukuran ikan bandeng mencapai ukuran konsumsi. Panen dapat dilakukan secara bertahap atau total.

Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan.  Dengan perawatan yang baik dengan penggunakan Suplemen Organik Cair Spesialis tambak, kolam dan karamba secara teratur, maka keseragaman dan bobot ikan bandeng akan semakin tinggi sehingga keuntungan yang didapat semakin tinggi.