Budidaya ikan lele: usaha Rumahan Dengan Modal Kecil Bisa Dapat Untung Besar

zehrabilgisayar.net, peternakan – Jika anda merupakan pecinta kuliner pecal lele, anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan ikan yang satu ini. Ikan lele ini memiliki rasa yang lezat dan mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubug seperti protein dan vitamin B-12. Selain kaya akan gizi dan enak rasanya, budidaya ikan lele bisa menjadi suatu pilihan bisnis rumahan jika anda sedang mencari uang tambahan. Berbisnis ikan lele membutuhkan ketekunan dan keseriusan karena anda harus berhadapan dengan bau amis setiap harinya.

Selain itu, anda juga harus memiliki konsistensi yang tinggi karena proses yang dilalui hingga panen cukuplah panjang. Akan tetapi, bisnis ini bisa dibilang sangat ramah untuk para pemula. Jika anda tertarik dengan budidaya ikan lele yang satu ini, anda bisa simak beberapa langkah yang harus anda lakukan seperti dibawah ini.

Langkah – langkah Budidaya Ikan Lele

  1. Membuat kolam lele

Jika anda memiliki kolam ikan yang tidak terpakai, anda bisa membudidayakan ikan lele di kolam tersebut. Jika tidak ada, anda juga bisa membuat kolam sederhada dari terpal yang cara membuatnya cukup simple. Kolam lele yang baik harus memiliki suhu 20 sampai 28 derajat Celsius.

Selain itu, suasana kolam haruslah tentang dan berwarna keruh dengan sedikit aksen hijau dari lumut. Jangan mengisi air terlalu dangkal karena ikan lele bisa mati kepanasan. Terlebih lagi anda juga bisa menambah enceng gondok yang berfungsi sebagai penyerap racun dan member ketedukan untuk para ikan lele.

  1. Memilih indukan yang berkualitas

Untuk memastikan bisnis ini sukses, maka dibutuhkan indukan yang berkualitas. Ciri – ciri bibit lele jantan yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Perut ramping
  • Tulang kepala pipih
  • Warna gelap
  • Lincah
  • Alat kelaminnya runcing

Sementara untuk bibit lele betina, ialah seperti ciri – ciri yang harus diperhatikan:

  • Perut lebih besar dari punggung
  • Lambat
  • Kelaminnya bulat

  1. Mencari tahu ikan lele yang siap kawin dan mengembangbiakannya

Ciri – ciri ikan lele yang siap untuk kawin bisa anda lihat dari warna kelaminnya. Kelamin lele jantan berwarna merah ketika siap kawin. Sedangkan untuk ikan lele betina, warna kelaminnya akan berwarna kuning. Jika proses pengembang biakan sudah berhasil, segeralah pisahkan benih – benih dari kolam.

  1. Memindahkan benih ikan lele dalam kolam

Sebelum memisahkan benih – benih dari kolam, siapkanlah dulu ember yang diisi dengan air kolam untuk benih tersebut. Karena, jika proses ini tidak dilakukan, benih lele akan stress dan kemudian akan mati.

Kolam untuk benih lele ini harus memiliki ketinggian air yang kurang lebih 10 hingga 20cm dari ketinggian air kolam lele biasa. Setelah itu simpan ember ke dalam kolam pada pagi atau malam hari dan tunggu hiangga 24jam. Proses ini dilakukan agar benih – benih ikan lele bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

  1. Memelihara lele

Memerhatikan kebersihan kolam adalah salah satu kunci untuk mencapai budidaya ikan lele yang sukses. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan pakan yang berkualitas untuk para ikan lele. Pakan sentrat 781 – 1 bisa dipilih karena lele sangat membutuhkan kandungannya.

Pakan yang diberikan 3x dalam sehari yaitu pada pukul 7 pagi, 5 sore, dan jam 10 malam. Jika anda merasa sudah memberikan pakan lele sesuai dengan porsi biasanya beberapa lele masih lincah mendongkakkan kepala, anda bisa memberikan tambahan pakan untuk ikan lele. Jangan sampai ada pakan yang tersisa dikolam karena bisa menimbulkan penyakit untuk ikan lele karena endapannya.

  1. Memisahkan lele yang siap panen

Ukuran fisik yang dicari pasaran adalah sekitar 8 sampai 9 ekor perkilonya. Untuk itu pastikan ikan lele memiliki ukuran tersebut sebelum panen. Selain itu, ciri lele siap panen adalah warna kolam yang sudah mulai kemerahan. Setelah semua lele sudah siap panen diangkut, pastikan tidak ada sisa ikan lele dewasa lagi yang ada di dalam kolam agar kolam tersebut bisa dipakai kembali untuk benih yang baru.