Bulog Targetkan Penjualan Rp 32 Triliun di Tahun 2020 Meski Corona

zehrabilgisayar.net, pertanian – Wabah virus corona yang masuk sejak awal Maret 2020 kini telah menggulingkan banyak kegiatan usaha. Namun demikian, ada beberapa sektor usaha yang tetap bertahan di tengah pandemi ini bahkan ada yang sampai permintaannya kian meningkat, salah satunya Perum Bulog.

Mengacu pada kondisi tersebut, tidak sedikit badan usaha penyedia bahan pangan yang tetap mematok target tinggi saat krisis corona. Seperti dilakukan Perum Bulog, yang berambisi meraih angka penjualan Rp 32 triliun hingga akhir tahun ini.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, angka pencapaian sales tersebut sebenarnya telah turun dibandingkan dengan target awal. Pihaknya memperkirakan bisa memperoleh angka penjualan sekitar Rp 16 Triliun pada semester pertama 2020.

“Target kami tahun ini hampir Rp 32 triliun, awalnya Rp 38 triliun sales kita. Mudah-mudahan pada semester I ini kita bisa mencapai 50 persen,” jelas Tri dalam sesi bincang-bincang bersama Antara.

Menurut Tri patokan tersebut cukup realistis, lantaran sejauh ini pencapaian sales Bulog terhitung sangat lumayan. Dia melihat Bulog tetap memberi keberkahan ditenagah kesulitan akibat wabah covid-19 saat ini.

“Alhamdulillah, meskipun perlu tantangan yang luar biasa, perubahan cepat dari sisi manajemen, kesiapan infrastruktur, dan sumber daya. Saya kira ini beberapa hal yang cukup menarik dari bisnis pangan,” kata dia.

Secara perhitungan, Tri menyampaikan kegiatan bisnis Perum Bulog ini mayoritas dipegang oleh penyaluran beras yang mencapai 83 persen.

“Kalau kita lihat, yang paling banyak itu 83 persen dari beras, kemudian gula, minyak goreng, tepung, dan komoditi lainnya. Banyak kementerian/lembaga yang banyak memberikan bantuan sosial (dalam bentuk beras),” tandas Tri.