Panduan Lengkap Budidaya Lobster Air Tawar

zehrabilgisayar.net, peternakan – Apakah anda tertarik untuk melakukan budidaya lobster air tawar? Lobster air tawar merupakan salah satu olahan makanan laut yang memiliki cita rasa enak dan sedap, maka tidak heran lagi bila harga makanan ini lumayan cukup tinggi.

Terdapat dua jenis lobster yang sering dibudidayakan, yaitu lobster air tawar dan lobster air laut. Adapun keuntungan dalam budidaya lobster air tawar yaitu lebih cepat berkembang. Saat ini pembudidayaan lobster air tawar menjadi suatu usaha yang memiliki banyak peluang. Bahkan penjualan per ekornya lobster bisa dibanrol dengan hargaRp. 150.000 – Rp. 200.000.

Panduan budidaya lobster air tawar

Berikut ini beberapa merupakan panduan lengkap dalam budidaya lobster air tawar yang bisa anda lakukan:

  1. Mempersiapkan habitat hidup lobster

Pembudidayaan lobster air tawar dilakukan di tempat kolam yang besar dengan air yang bersih. Anda bisa menggunakan kolam tanah, kolam fyber, ataupun kolam semen sebagai media pembudidayaan lobster. Habitat harus memiliki kandungan oksigen yang sesuai, dan baik yaitu di atas 4ppm. Agar lobster dapat tumbuh maksimal, anda bisa membuat kolam di bawah pohon agar memiliki suhu yang sejuk, yaitu sekitar 25°-29°C.

Untuk menjaga kandungan kadar kalsium yang digunakan dalam pembuatan cangkang lobster, anda perlu air yang memiliki kandungan kapur sedang atau tinggi.

  1. Pemilihan indukan lobster

Untuk melakukan pembenihan seekor lobster yang baik, anda perlu memilih indukan jantan dan betina yang berkualitas. Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas anda bisa membelinya di took yang terpercaya dan memiliki seterfikat. Pililah indukan lobster yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan indukan yang lain, dan pilihlah lobster yang memiliki kandungan nutrisi baik, dengan ciri tubuh yang gemuk.

Jangan lupa untuk memperhatikan jenis kelamin unduk lobster, jangan biarkan anda memilih lobster banci. Karena lobster banci tidak bisa memberikan telur sama sekali. Indukan lobster jantan yang berusia 3 – 4 bulan memiliki bercak merah pada capik bagian luar. Indukan lobster yang bisa dikawinkan memiliki ukuran 7cm atau 3inci.

  1. Tahap pembenihan lobster

Untuk melakukan pembenihan lobster, anda harus mengawinkan atau menggabungkan indukan jantan dengan betina dalam akuarium ataupun wadah lainnya. Gunakanlah wadah maupun akuarium yang berukuran 1 x 0,5 x 25cm. dalam satu akuarium tersebut diisi indukan betina sebanyak 5 ekor serta lobster jantan sebanyak 3 ekor.

Setelah memasukan indukan lobster, berilah 8 pipa paralon dengan diameter 2 inci serta panjang sekitar 20cm. biarkan selama 2 minggu, setelah itu indukan berina akan menghasilkan telur. Setelah 2 – 3 minggu terjadinya pembuahan, maka akan memasuki penetasan telur. Dimana induk betina berkeliling dengan keadaan ekor terbuka, sehingga telur yang menempel dapat terlihat.

Pada tahap ini anda bisa memisahkan induk betina ke dalam kolam penetasan yang berukuran 1 x 2m, adapun proses pertumbuhan telur seperti berikut:

  1. ada minggu kedua, telur lobster masih dalam keadaan bulat.
  2. Pada minggu ketiga, terdapat bintik hitam telur yang dikenal dengan embrio.
  3. Pada minggu ke empat, telur berubah menjadi anakan lobster yang mulai memiliki sungut, kaki dan capit.
  4. Pada minggu ke 5, kuning telur perlahan mulai habis. Di mana embrio ini mulai melepaskan diri dari induknya dan tumbuh mandiri. Namun terkadang pada masa ini masih terdapat telur yang menempel sebanyak 530%, Anda bisa memisahkan embrio tersebut.

Setelah proses penetasan, Anda bisa memisahkan kembali induk betina dalam wadah lainnya. Serta berikan induk betina waktu berisitirahat sampai kulitnya berganti, yaitu selama dua minggu. Jika lobster tumbuh besar, maka akan berpeluang menghasilkan telur lebih banyak lagi.

  1. Perawatan benih

Agar dapat tumbuh dengan maksimal, anda harus melakukan perawatan benih yang baik. Berikan pakan lobster air tawar anakan berupa cacing beku maupun cacing sutra. Karena, pada masa kanakan lobster belum bisa diberi makanan umbi – umbian maupun sayuran.

Pemberian pakan dilakukan pada waktu pagi hari dan sore hari, dengan porsi 3% dari ukuran tubuh lobster tersebut. Dimana pada waktu pagi hari berikan pakan dengan porsi 25% dan sore hari sekitar 75%. Pemberian pakan sore hari lebih banyak karena lobster akan bergerak aktif pada malam hari.

Masa pemanenan dilakukan ketika benih lobster berukuran 1 – 2cm, atau setelah 20hari berada dalam kolam pemeliharaan. Lakukan pemanenan dengan plastic scoopnet ukuran 20 x 10cm. sebaiknya pemanenan dilakukan di tempat terbuka pada pukul 9 pagi. Pada tahap pemanenan anda bisa mengganti air baru pada akuarium dengan parameter air yang sama.

Sehingga benih lobster tidak akan mengalami stress karena sifatnya yang sensitif. Setelah ini anda bisa melakukan pembesaran lobster untuk dikonsumsi maupun dijual.

Itulah beberapa panduan lengkap dan mudah yang bisa anda coba untuk melakukan pembudidaya lobster air tawar. Semoga bermanfaat.