Daging Impor Kerbau dari India Terhambat Lockdown, Stok Daging dalam Negeri Aman?

zehrabilgisayar.net, peternakan – Perum Bulog sudah mendapatkan penugasan impor atas 100.000 ton daging kerbau dari India. Untuk tahap pertama, perusahaan pelat merah tersebut rencananya mengimpor 25.000 ton sebelum Lebaran.

Namun, hingga saat ini 25.000 ton daging kerbau tersebut tidak dapat dikirim ke Indonesia karena India masih menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Kami sudah melakukan bidding, sudah melakukan lelang. Dan sudah siap untuk masuk 25.000 ton. Hanya saja pada saat sudah selesai tendernya, di sana lockdown sampai hari ini,” ungkap Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh dalam diskusi online FWBUMN.

Ia menjelaskan, stok kerbau di India sepenuhnya aman dan tersedia untuk diproduksi menjadi daging beku dan diekspor ke Indonesia. Hanya saja tengah pandemi ini rumah potong hewan di India tak berproduksi.

“Hewannya ada, tapi RPH-nya nggak ada yang kerja. Jadi dikarenakan lockdown nggak ada yang kerja, nggak ada yang produksi. Ini jadi masalah buat kita,” terangnya.

Selanjutnya, Bagaimana dengan posisi stok daging di Indonesia ?

Menurut Tri, dengan diterapkan program penyerapan ayam peternak oleh PT Berdikari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia, sebagai pengganti daging kerbau. Dengan adanya program tersebut maka dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kurangnya stok daging kerbau.

“PT Bedikari menyerap ayam dari peternak, itu mudah-mudahan mengkompensasi kebutuhan protein. Jadi proteinnya berlimpah ayam, semoga saja terpenuhi,”tandasnya.