Cara Budidaya Ikan Lele Dengan Media Kolam Tanah Dan Tips PemeliharaannyaCara Budidaya Ikan Lele Dengan Media Kolam Tanah Dan Tips Pemeliharaannya

zehrabilgisayar.net, peternakan – Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan atau badan usaha yang banyak ditekuni oleh masyarakat Indonesia. Perawatannya yang relative mudah dan target pemasarannya juga cukup luas yang menjadi faktor pilihan sendiri bagi para peternak ikan lele. Media pembudidayaannya ikan lele pu  juga cukup beragam. Mulai dari kolam terpal, kolam tembok, kolam bioflok, dan salah satunya adalah media kolam tanah. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai bagaimana cara budidaya ikan lele di kolam tanah. Yuk, mari simak!

Cara Budidaya Ikan Lele Dikolam Tanah

Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan salah satu media pembudidayaan ikan termasuk ikan lele yang dibuat dengan bahan utama yaitu tanah yang di gali. Cara budidaya ikan lele dikolam tanah juga relative mudah. Pembuatan kolam tanah sebaiknya melihat dulu jenis tanahnya, apakah mudah menyerap air atau tidak. Untuk kolam tanah sebaiknya dibuat pada jenis tanah yang tidak mudah menyerap air. Kolam tanah tidak bisa dibuat pada tanah yang berpasir, tanah berporos, dan tanah galian. Kelebihan dari kolam tanah itu bermacam – macam, diantaranya:

  1. Ketersediaan pakan alami pada kolam tanah akan lebih banyak. Karena tanah merupakan tempat tumbuhnya mikroorganisme yang bisa untuk pakan tambahan lele.
  2. Biaya dalam pembuatan kolam tanah relative lebih murah dibandingkan dengan kolam jenis lainnya.
  3. Pada kolam tanah, proses perombakan sisa pakan dan metabolism bisa terjadi secara Alamo.
  4. Kolam tanah bisa dan gampang untuk dialihfungsikan, misalnya menjadi sawah.

Akan tetapi dibalik banyaknya kelebihan tersebut. Terdapat beberapa kekurangan dari kolam tanah. Salah satunya adalah kolam tanah rentan bocor. Kebocoran rentan terjadi pada tanggul kolam sehingga peternaj harus telaten dalam merawatnya. Debit air yang masuk kedalam kolam pun sulit dikontrol serta hewan predator didalam kolam sulit untuk terdeteksi.

Sebelum memulai budidaya ikan lele dikolam tanah, ada hal yang perlu anda perhatikan mulai dari kolam, pakan, hingga masa panen. Akan tetapi hal yang utama yang harus anda siapkan tentunya adalah kolam. Berikut persiapan dan cara dalam membuat kolam tanah.

Persiapan dan cara dalam membuat kolam tanah

  1. Proses penggalian kolam

Sebelum menuju ke proses penggalian, pastikan lokasi untuk pembuatan kolam tanah telah bersij dari sampah. Selanjutnya mulailah menggali dengan ukuran 5×3 meter dengan kedalaman 80 – 150cm. penggalian tanah bisa menggunakan cangkul ataupun alat berat. Tanah hasil galian jangan dibuang, sebaiknya jadikan tanah hasil galian tadi sebagai tanggul. Tanggul dibuat di pinggiran kolam dengan lebar dan kuat agar nantinya kolam tidak mudah bocor. Jangan lupa untuk memberikan salah satu pipa pengeluaran air di salah satu sudut tanggul kolam agar tidak meluap. Jangan lupa juga untuk membuat kemalir atau parit ditengah kolam dengan lebar 40cm dan kedalaman 20cm. pembiatan kemalir ini bertujuan untuk memudahkan saat lele akan dipanen.

  1. Proses pengeringan kolam

Setelah proses penggalian kolam sudah selesai, maka kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Keringkan kolam di bawah sinar matahari selama 3 – 7 hari. Pastikan kolam harus benar – benar kering, tandanya adalah dengan melihat tanah didasar kolam yang retak – retak. Proses pengeringan ini berfungsi untuk membunuh segala jenis bakteri yang ada di dalam tanah kolam yang bisa menimbulakan bibit penyakit bagi ikan lele. Selain itu gas – gas beracun yang terperangkap didalam tanah akan menguap sehingga jika terpapar sinar matahari.

  1. Proses penggemburan tanah

Setelah tanah dasar kolam dipastikan benar – benar kering, proses selanjutnya adalah pengemburan tanah. Tanah digemburkan atau dibajak  menggunakan cangkul dengan kedalaman 10cm. tanah yang gembur mudah ditumbuhi mikroorganisme yang baik.

  1. Proses pengapuran tanah

Apabila tanah dasar kolam sudah digemburkan, maka harus dilakukan proses penebaran kapur. Proses pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan tingkat keasaman ataupun PH pada tanah. Taburkan kapur tohor dengan dosis 50 – 200 gram/m2. Semakin asam tanah, maka jumlah kapur tohor yang harus ditaburkan pun semakin tinggi. Setelah kapur ditaburkan, aduk – aduk dengan tanah yang telah digemburkan sampai tercampur rata dan biarkan hingga 7hari.

  1. Proses pemupukan

Setelah tanah diberikan kapur dan dibiarkan selama kurang lebih satu minggu, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemberian pupuk. Pemupukan bisa menggunakan pupuk organic dari kotoran sapi, kerbau, kambing, ataupun bisa menggunakan pupuk kompos. Taburkan pupuk secara merata ke tanah dasar kolam, pastikan tercampur dengan rata dengan tanah yang telah gembur. Bisa jadi ditambahkan dengan pupuk urea dan TSP. kemudian padatkan tanah campuran tadi dan biarkan hingga satu minggu. Proses pemberian pupuk berfungsi untuk menumbuhkan organism seperti fitoplankton dan cacing, dimana nantinya biota tersebut bisa menjadi pakan alami lele.

  1. Pengisian air

Setelah kolam di pupuk, kemudian isilah kolam dengan air setinggi 50-70cm dan biarkan selama 1 minggu. Dalam waktu 1 minggu air kolam akan tersinari oleh matahari dan tembus ke dasar kolam. Hal itu akan memicu tumbuh dan berkembangnya biota air seperti cacing dan fitoplankton yang berfungsi sebagai pakan alami lele. Setelah satu minggu ketinggian 100 – 200cm.

Setelah melakukan seluruh prosedur yang ada di atas, maka kolam tanah telah siap untuk ditebari ikan lele. Berikut penjelasan mengenai bibit ikan lele, pakan ikan lele, pemeliharaan, hingga proses pemanenan.

Pemilihan bibit lele

Perlu anda perhatikan sebelum membeli bibit ikan lele mengenai ciri – ciri bibit lele yang baik. Bibit lele yang baik sehat ciri – cirinya ia terus bergerak aktif. Pastikan tidak ada yang cacat ataupun luka di seluruh tubuh ikan lele, mulai dari kepala hingga ekor. Kulit dari bibit ikan lele yang baik warnanya mengkilap tanpa adanya bercak dan ukurannya seragam. Ukuran bibit lele yang siap untuk dimasukan kekolam biasanya sekitar 5 – 7cm. anda bisa memilih jenis bibit ikan lele keinginan anda. Ada bibit lele dumbo ataupun lele sangkuriang untuk diternak dikolam tanah.

Penebaran bibit lele

Setelah anda memastikan bahwa anda telah membeli bibit yang baik dan sehat, lalu bibit tersebut anda bisa masukan kedalam kolam. Akan tetapi harus perlu diingat, jangan sampai anda memasukan bibit ikan lele yang baru saja anda belikan secara langsung masuk kedalam kolam. Hal ini malah akan membuat ikan lele menjadi stress, karena lele belum diberi waktu untuk beradaptasi dengan air kolam. Bibit ikan lele harus menyesuaikan suhu terlebih dahulu dari wadah ataupun jerigen bawaan dengan air kolam. Sebaiknya yang harus dilakukan adalah dengan meletakkan bibit ikan lele bersama wadah ataupun jerigen bawaannya ke dalam kolam lalu diamkan selama 15 – 30 menit. Setelah itu miringkan sedikit demi sedikit wadah tadi dan biarkan bibit ikan lele keluar dengan sendirinya.

Pemberian pakan

Pemberian pakan pada ikan lele yang dipelihara dalam kolam tanah aka sedikit lebih hemat karena telah tersedia pakan alami yang ada di dalam kolam. Akan tetapi lele juga perlu tambahan nutrisi. Anda bisa memberikannya pakan buatan berupa pelet. Pelet yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh ikan lele.

Pada saat lele masih dalam bentuk bibit, pakan yang diberikan berupa pelet yang masih dalam bentuk scrumble ataupun putiran. Bisa juga diberikan pakan tambahan cacing sutra ataupun kutu air. Jika ikan lele sudah besar, pelet yang diberikan adalah pelet yang sesuai dengan panjang tubihnya. Terdapat banyak di pasaran pakan lele yang disesuaikan dengan panjang tubuhnya. Untuk menghemat pakan, anda juga bisa memberikannya pakan alternative seperti ikan rucah ataupun keong sawah yang telah dipotong – potong. Pakan alternative dari campuran daun singkong dan pelet juga baik untuk ikan lele.

Pemberian pakan dilakukakan 3 sampai 4 kali dalam satu hari. Khusus untuk lele yang masih dalam bentuk bibit, frekuesi pemberian pakan harus ditingkatkan. Karena bibit lele mudah merasa lapar. Setelah lele bertambah besar, frekuensi pemberian pakan akan sedikit berkurang. Setiap 10 hari sekali lele diambil sampelnya untuk mengetahui berapa jumlah pakan yang harus diberikan setiap harinya.

Saat memberi pakan lele, anda harus memperhatikan apakan lele sudah kenyang atau belum. Jangan sampai lele kekenyangan. Apabila lele sudah kenyang maka ia tidak akan memakan pakan ataupun pelet yang telah disebar. Selain mubadzir, timbunan pakan di dasar kolam juga tidak baik bagi lele karena akan menimbulkan zat amonia yang bisa membuat lele menjadi mati. Namun jangan sampai anda telat dalam memberi pakan, karena lele termasuk hewan kanibal. Ia akan memangsa kawannya terutama yang berukuran lebih kecil apabila dalam kondisi kelaparan.

Pemeliharaan

Dalam membudidayakan ikan lele, perlu adilakukan pemeliharaan yang telaten dan rutin. Hal itu meliputi kebersihan kolam, hama, penyakit, dan lain – lain. Untuk kebersihan kolam, anda harus mengganti air kolam tergantung dengan frekuensi pemberian pakan. Apabila frekuensi pemberian pakan tinggi, maka kolam harus lebih sering dibersihkan. Jika telah tercium bau seperti bau busuk maka segeralah ganti air kolam. Bau busuk tersebut bersumber dari sisa – sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Angkat sisa – sisa pakan yang ada didasar kolam. Kemudian gantilah air kolam dengan menguras sepertiga air kolam bagian bawah kemudian isi kembali dengan air baru.

Untuk mencegah agar hama pemangsa lele seperti musang air, linsang, ataupun ular, sebaiknya pada saluran pemasukan maupun pembuangan air diberi saringan ataupun semacam jarring – jarring strimin pelindung. Bisa juga dengan memasang pagar di pinggiran kolam. Jagalah suhu air kolam agar stabil pada kisaran 28o celcius agar ikan lele tetap dalam kondisi yang baik.

Proses panen

Dalam proses berternak, waktu panen adalah saat – saat yang sangat di tunggu. Setelah masa pemeliharaan selama 2,5 sampai 3 bulan, ikan lele telah siap untuk di panen. Biasanya ikan lele siap penan dalam waktu sekilo lele berisi 7 – 8 ekor. 2 minggu sebelum lele dipanen, frekuensi pemberian pakan sedikit dikurangi. Dalam proses pemanenan, agar mudah dikuras air kolam terlebih dahulu menggunakan ember ataupun pompa hingga tersisa setinggi 10 – 15cm. gunakan sarung tangan ataupun bantuan jarring supaya tangan anda tidak terkena patil. Setelah itu sortir ikan lele sesuai ukuran agar lebih seragam.

Selain menggunakan media kolam tanah, anda juga bisa mencoba berbudidaya ikan lele di dalam tembok. Akan tetapi untuk kolam tembok sendiri membutuhkan budget yang lebih banyak daripada kolam tanah. Akan tetapi kolam tembok tidak rentan bocor seperti kolam tanah. Cara budidaya ikan lele di kolam tembok juga secara keseluruhan hampir sama dengan budidaya ikan lele pada kolam tanah. Hanya saja sedikit berbeda dalam hal penyiapan kolam.