Lockdown di Sejumlah Negara Buka, Harga Minyak Melonjak !

zehrabilgisayar.net, migas – Harga minyak naik pada penutupan perdagangan hari Senin. Kenaikan harga minyak ini terjadi karena banyak negara yang sudah melonggarkan lockdown dan adanya pemotongan produksi minyak mentah.

Namun, ketegangan baru antara AS dengan China soal asal muasal virus Corona menahan kenaikan harga minyak ke level yang lebih tinggi.

Permintaan bahan bakar di seluruh dunia turun sekitar 30 persen pada April karena adanya perintah tetap berada di rumah. Pelemahan konsumsi juga menggerogoti pasar minyak mentah selama berbulan-bulan ketika negara dan perusahaan penghasil minyak utama dunia dengan cepat mengurangi produksi.

Namun para analis mengatakan bahwa tindakan cepat dari pihak-pihak tersebut dapat membantu mengurangi kelebihan pasokan minyak di dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (5/5/2020), harga minyak mentah Brent naik 28 sen atau 1,1 persen menjadi USD 26,72 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate melonjak 61 sen atau 3,08 persen menjadi USD 20,39 per barel.

“Gambaran yang lebih besar meskipun tidak hebat ketika negara-negara di seluruh dunia mulai membuka kembali dan itu akan meningkatkan permintaan minyak. Pada saat yang sama OPEC dan kawan-kawan mengurangi produksi,” kata analis Lipow Oil Associates di Houston, Andy Lipow.

Italia, Firlandia dan beberapa negara bagian AS mulai membuka diri kembali dari lockdown. Langkah ini tentu akan menghidupkan kembali ekonomi mereka.

Namun para pejabat juga mengingatkan agar tidak bergerak terlalu cepat karena secara global kasus virus corona melewati 3,5 juta dan kematian mendekati seperempat juta.

Sementara itu, pemotongan produksi yang dilakukan oleh OPEC bersama dengan sekutunya seperti Rusia juga mendorong kenaikan harga minyak. Diperkirakan produksi minyak dunia akan turun di kuartal II ini.

Goldman Sachs memperkirakan kenaikan harga minyak bakal terjadi tahun depan karena produksi minyak mentah yang lebih rendah dan pemulihan parsial dalam permintaan minyak.