Investor Properti Asia Termasuk Indonesia Kini Memilih Berinvestasi Di Australia

zehrabilgisayar.net, properti – Sektor properti di Australia khususnya Sydney rupanya mampu menarik banyak investor asal Asia untuk berinvestasi. Termasuk investor dari Indonesia.

CEO dan Pendiri Crown Group, Iwan Sunito, mengungkapkan pergeseran hunian di Sydney terasa dalam 2 dekade terakhir. Pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah tenaga kerja usia muda yang memiliki preferensi tersendiri untuk hunian tempat tinggal.

“Hal tersebut menyebabkan semakin besarnya golongan usia produktif yang lebih menyukai hunian dekat tempat kerja yang dikelilingi oleh pusat perbelanjaan serta kuliner. Dan ini tentu mengakibatkan meningkatnya popularitas rumah tapak melalui hunian vertikal,”jelas Iwan Sunito.

Berdasarkan laporan sejak 2015 populasi Sydney telah bertumbuh sebesar 381.694 jiwa yang mewakili 1,63 persen dari perubahan tahunan.

“Inilah salah satu penyebab utama pertumbuhan jumlah hunian di Sydney,”tambahnya.

Laporan yang dibuat PBB mengungkapkan bahwa pada tahun 2050, 68 persen dunia akan menempati daerah perkotaan. Jumlah tersebut akan meningkat dari jumlah saat ini sebesar 55 persen.

Laporan PBB memprediksikan adanya tambahan 2,5 juta orang yang akan tinggal di kota 30 tahun kedepan.

“Perlu diingat bahwa negara bagian New South Wales yang memiliki populasi sebesar 7.988.241 merupakan lokomatif perekonomian di Australia yang menghasilkan GSP sebesar AUS$ 604 miliar atau sama dengan total GNP Australia,” kata dia.

Menurut Iwan, dengan segala kelengkapan yang dimiliki oleh sebuah kota metropolitan ditambah dengan pembangunan infrastruktur yang tertata rapi tidak heran jika properti Sydney menjadi salah satu kota yang diminati di Australia.

“Terbukti dari 10 tahun terakhir, Australia telah menjadi destinasi investasi utama bagi para investor di kawasan Asia umumnya, khususnya Indonesia,”jelasnya.

“Pasar properti Australia pernah menembus angka pertumbuhan 17 persen pada tahun 2017 dan bukanlah hal yang tidak mungkin apabila di tahun 2020 ini pertumbuhan nilai properti akan kembali menyentuh angka dua digit sesuai dengan yang telah diprediksi oleh SQM Research,” tutup Iwan Sunito.