Indonesia Perbaiki Aturan Demi Pertahankan Insentif Dagang dari Amerika Serikat

zehrabilgisayar.net, pertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan pemerintah memperbaiki sejumlah aturan demi tetap mendapatkan kemudahan ekspor dari Amerika Serikat (AS). Fasilitas yang dimaksud adalah Generalize System of Preference atau keringanan bea masuk impor barang ke Negeri Paman Sam.

“Dari Kementan perubahan beberapa item dari peraturan menteri yang lalu katakanlah AS minta dilakukan penyesuaian pada prinsipnya kita tidak keberatan sepanjang semuanya baik-baik saja,”katanya.

Ada dua point yang harus di perbaiki dalam Peraturan Menteri Pertanian yaitu tentang menghilangkan kewajiban penerjemah harus disumpah dan mencabut pengakuan sistem keamanan pangan untuk produk AS.

“Jadi tidak ada masalah Permentannya, dicabut oke saja dan itu sudah kota lakukan, tinggal dilaporkan saja tadi,” sebutnya.

Dia juga berharap apa yang kita lakukan Indonesia akan mempermudah produk Indonesia ke Amerika Serikat.

“Berbagai hal menjadi komoditi ekspor kita, kita berharap juga terakomodasi oleh Amerika berarti perubahan-perubahan Permentan itu akan memperlancar ekspor kita,”tambahnya.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinasi Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengatakan kondisi itu tidak ada hubungannya dengan GSP. Menurut dia kedua hal tersebut persoalan yang berbeda.

“Dampaknya adalah bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan GSP. Dua hal terpisah. Saya dapat konfirmasi dari USTR seperti itu. Jadi tidak perlu khawatir dengan berita bahwa itu GSP kita akan stop, tidak,” kata Rizal.

Rizal kembali menjelaskan hingga saat ini pembahasan soal GSP masih positif. Dikatakan Rizal, pihak USTR akan mendatangi Indonesia pada 8 maret 2020 mendatang untuk membahas soal kelanjutan GSP.