6 Cara Paling Ampuh Untuk Mencegah Jamur Ganoderma

zehrabilgisayar.net, pertanian – Gara-gara dampak buruk drastis yang diakibatkan jamur bersifat patogen ini, banyak bermunculan produsen pupuk, perusahaan, lembaga dari berbagai negara yang terus menerus mengembangkan penelitian untuk membasmi kelompok fungi sejati ini. Tidak dipungkiri ketika uji coba di laboratorium dilakukan, hasil memberikan tanda positif berhasil. Namun sangat disayangkan, ketika uji coba laboratorium tersebut dibawa ke lapangan, ternyata hasilnya malah kurang memuaskan, bahkan masalah Ganoderma menjadi semakin patetis bagi seluruh pihak.

Mengutip seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, maka pemaparan berikut ini akan mengulas bagaimana sebaiknya Anda mengelola tanaman sawit agar tercegah dari serangan jamur penyebab penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR) yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas pada tandan buah segar (TBS) pohon bahkan kematian pada tanaman. Silakan simak penjelasan dibawah ini.

1. Melakukan Sensus Ganoderma Sejak Dini
Jika sudah terdapat basidokarp Ganoderma di pohon maka dapat dipastikan pohon tersebut telah memasuki stadium 3 & 4 dan pastinya sekelilingnya juga sudah terinfeksi Ganoderma sehingga harus segera dilakukan sensus tingkat keparahan.

Deteksi dini penyakit busuk pangkal batang sangat dibutuhkan untuk pengendalian Ganoderma agar dapat menentukan stadium serangan Ganoderma dan stadium penyebaran di areal pertanaman. Pengamatan ciri-ciri tahap awal seperti penampakan daun tombak yang ganda dan tanda adanya basidiokarp Ganoderma pada pangkal batang.

2. Memusnahkan Sumber Inokulum Ganoderma
Pada umumnya, para praktisi pekebun belum paham bahwa pada daerah endemik Ganoderma sebenarnya karena inokulumnya telah menyebar dan bertahan dikebun, sehingga tanaman sesehat apapun pasti akan terserang juga. Sumber inokulum Ganoderma tersebut seperti sisa-sisa kayu land clearing, pohon yang sawit mati serta masih terdapatnya pengembalaan ternak di areal kebun. Pemusnahan sumber inokulum Ganoderma merupakan salah satu cara membasmi Ganoderma.

3. Hindari Penggunaan Bahan Kimia yang Berlebihan
Penyebab utama merebaknya infeksi Ganoderma saat ini hampir dipastikan karena kerusakan agroekosistem dalam tanah perkebunan, dimana musuh alami dari Ganoderma ini semakin berkurang, hal ini disebabkan karena adanya tekanan lingkungan seperti penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Selain itu, penggunaan bahan kimia dapat meningkatkan kekebalan jamur Ganoderma. Mengurangi penggunaan bahan kimia yang berlebihan merupakan cara mengatasi penyakit Ganoderma pada sawit.

4. Perawatan yang Sesuai Standar Perkebunan
Pengendalian Ganoderma pada kelapa sawit perlu didukung dengan adanya perawatan kebun seperti purning pelepah kering, bunga busuk dan buah busuk (dikumpulkan, dicincang dan dimusnahkan) serta garuk pinggiran. Hal ini dilakukan agar kondisi pohon tetap sehat sehingga pohon sawit dapat terjaga dalam kondisi prima.

5. Aplikasi Pupuk yang Tepat
Dengan memberikan pupuk yang tepat sasaran dimana dapat diserap oleh pohon secara maksimal dan juga tidak menyebabkan kerusakan tanah serta membantu perkembangan mikoorganisme tanah, seperti dilakukan PKT (Plantation Key Technology) dalam formulasi pupuk MOAF® yang sangat sesuai dalam pengendalian Ganoderma.

Sangat penting bagi praktisi perkebunan menyadari bahwa “mencoba-coba” pupuk yang tidak tepat malah akan memperkuat daya tahan Ganoderma sehingga masalah tersebut tidak akan pernah terselesaikan.

6. Aplikasi CHIPS Sebagai Vaksin Ganoderma
Ganoderma dapat menyerang berbagai tahap masa pertumbuhan sawit dari main nursery, TBM dan TM, apabila sudah terjadi kerusakan maka biaya yang dikeluarkan untuk mengendalikannya akan lebih tinggi, sehingga alangkah lebih baiknya kita dapat mencegah dengan vaksin Ganoderma. CHIPS® merupakan vaksin Ganoderma yang ramah lingkungan dan berfungsi untuk menekan laju perkembangan Ganoderma yang ada di pohon maupun segala serangan infeksi dari luar pohon di areal kebun, sehingga sawit tetap sehat dan berproduksi secara maksimal.