Maksimalkan Pemanfaatan Dalam Negeri, DPR Harap Harga Gas Industri Diturunkan

zehrabilgisayar.net, migas – Anggota DPR berharap pemerintah terus maksimalkan konsumsi gas untuk kebutuhan industri dalam negeri. Salah satunya untuk industri pupuk dan petrokimia. Karena indusri ini termasuk salah satu indusri yang mengkonsumsi gas dalam jumlah yang lumayan besar.

“Kita ini sebenarnya menghasilkan gas yang cukup banyak, harusnya dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan domestik. Kalau kita masih kekurangan, bagaimana caranya ekspor bisa ditekan,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari.

Ratna juga menyoroti tentang harga gas industri petrokimia dan pupuk. Ia meminta agar Ditjen Migas dapat menekan harga agar industri bisa mendapat harga yang lebih efisien. Sehingga dapat memperkuat pangan nasional.

“Kebijakan harga, kalau dilihat dari skema yang disampaikan produsen pupuk, Indonesia mematok harga lebih tinggi dibanding dengan negara lain. Apakah ada kemungkinan harga ditekan tanpa korbankan sisi yang lain? dan jika ada peluang eksplorasi gas bumi demi penuhi pasokan domestik,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri energi dan sumber daya mineral, Arifin Tasrif mengatakan harga gas bumi di Indonesia masih sangat kompetitif.

Harga gas hingga saat ini sudah disesuaikan dengan koridor regulasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM No 58 Tahun 2017 yang telah disesuaikan melalui Peraturan Menteri ESDM No 14 Tahun 2019.

“Kalau gas itu bersifat komersial. Tapi jika untuk price harga gas kita dibandingkan dengan negara Malaysia, kita itu jauh lebih murah, kecuali harga dibandingkan dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat punya sumber energi dari shale gas,”jelas Menteri Arifin.

Meskipun demikian, Menteri Arifin menggarisbawahi ketetapan harga gas oleh pemerintah yang tidak boleh memberatkan industri pemasok gas. “Perusahaan tidak boleh rugi, harus saling mengerti dan mendukung,” tandasnya.