Kementan Tetapkan 5 Daerah Ini Menjadi Percontohan Pertanian Berbasis Mekanisasi

zehrabilgisayar.net, pertanian – Program mekanisasi dilakukan oleh Kementan dalam upaya mendorong petani untuk lebih modern dalam berusaha tani. Untuk bantuan alat mesin pertanian pun digelontorkan ke petani.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan bantuan Program mekanisasi dilakukan oleh Kementan dalam upaya mendorong petani untuk lebih modern dalam berusaha tani. Untuk bantuan alat mesin pertanian pun digelontorkan ke petani. tersebut, Kementan mendorong petani membentuk sebuah korporasi berbasis mekanisasi. Setidaknya sudah ada lima kabupaten yang menjadi uji coba PKBM.

Ketua Tim Kerjasama Kementerian Pertanian dan Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia, Suprapti mengatakan bahwa kelemahan dalam pemberian bantuan kepada petani masih belum maksimal penggunaannya. Karena itu, para petani perlu diberikan perdampingan dan pengawasan dalam pemanfaatan tersebut.

“Hasil survey BPK dan Itjen Kementan tingkat pemanfaatan alsintan bantuan pemerintah memang belum optimal hingga saat ini,” katanya.

Untuk menjawab itu semua, sejak tahun 2018 Kementan bersama Perteta telah membuat percontohan PKBM. Bentuk percontohan salah satunya adalah membangun warehouse alsintan.

“Perteta membantu dalam pembuatan desain warehouse sekaligus melakukan pengawalan selama tiga tahun,” ujarnya.

Anggaran pembangunan warehouse ini sudah dialokasikan dalam APBN tahun 2019 Kementerian Pertanian. Ada lima kabupaten yang menjadi lokasi percontohan yaitu Tuban (Jawa Timur), Sukoharjo (Jawa Tengah), Ogan Komiring Ilir (Sumatera Selatan), Konawe Selatan (Sulawesi Selatan) dan Barito Kuala (Kalimantan Selatan).

Warehouse tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pemeliharaan alsintan. Didalamnya juga terdapat bengkel dan peralatan perbaikan alsintan, sarana pengisian bahan bakar, tempat pencucian dan ada juga kios pupuk serta benih.

Warehouse tersebut nantinya akan dikelola oleh Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Di Tuban, PKBM akan dikelola UPJA Tani Karya Mandiri yang berlokasi di Kecamatan Rengel. Di Sukoharjo dikelola UPJA Bagyo Mulyo yang berada di Desa Dalangan. Sementara di OKI dikelola KUB Lempuing Jaya Berkarya di Kecamatan Lempuing Jaya. Di Batola oleh UPJA Selidah di Kecamatan Jejangkit dan di Konawe Selatan dikelola UPJA Mendidoha.

Pengurus UPJA tersebut nantinya yang akan mengelola alsintan terutama dalam dalam pemeliharaan. Jika ada petani yang meminjam alsintan maka para pengurus akan memastikan alsintan siap untuk dipakai.

“Bahkan dapat dipastikan alsintan yang akan dipakai sudah bersih dan terisi penuh BBM, karena di warehouse semua fasilitas sudah lengkap,” tuturnya.

Suprapti sangat berharap, untuk kedepannya layanan di warehouse PKBM sudah melalui teknologi informasi, termasuk dalam penggunaan aplikasi UPJA yang telah dibuat oleh Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

“Kita sudah melatih operatornya. Disini yang kita rekrut merupakan genarasi muda sebagai pengelola warehouse karena mereka akan lebih mudah mengerti,” tambahnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy sedikit menambahkan bahwa program PKBM untuk mengurangi penyusutan jumlah tenaga kerja petani dikarenakan petani muda tidak mau turun ke sawah serta upah buruh tani yang masih rendah.

“Oleh karena itu, Keberadaan Alsintan yang modern akan menarik perhatian para petani muda dan Alsintan yang modern mampu menekan biaya produksi,” katanya.

Sarwo Edhy kembali menjelaskan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 400 ribu unit alsintan yang disalurkan pemerintah. Jumlah ini meningkat 500 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bantuan Alsintan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri,” lanjut Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, mekanisasi Alsintan saat ini sudah menuju digitalisasi. Sebagai contoh traktor roda empat yang dapat dikendalikan dengan remote control dan drone penebar pupuk.

“Di Jawa, kini sudah banyak petani yang mengoperasikan alsintan dengan remote control. Tidak harus selalu turun ke sawah,” tandas Sarwo Edhy.