Menteri Pertanian Syahrul Lenyapkan 98,4 Kg Benih Jagung Berbakteri Asal Thailand

www.zehrabilgisayar.net, pertanian – Kementrian Pertanian Syahrul melalui Badan Karantina Pertanian lenyapkan benih jagung asal Thailand setelah dinyatakan positif mengandung bakteri di Instalasi Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kepala Barantan Kementan Ali Jamil mengatakan bahwa benar adanya, sebanyak 98,4 kg benih jagung asal Thailand yang masuk dinyatakan terinfeksi berdasalkan hasil pemeriksaan laboratorium Karantina Tumbuhan yang menunjukkan hasil positif bakteri Pseudomonas Syringae pv Syringae.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja petugas Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, yang telah berhasil mencegah masuknya bakteri ini. Selain belum terdapat di Indonesia, bakteri ini juga dapat menurunkan produksi jagung secara drastis hingga mencapai 40% dari hasil panen. Ini tentu sangat merugikan dan sangat berbahaya,”tegasnya.

Menurut dia, benih jagung sebanyak 98,4 kg ini dapat ditanam di lahan seluas 6,56 ha. Dengan data produksi 5 ton per hektar, maka dapat dikatakan bahwa benih jagung yang terinfeksi bakteri PSS mencapai 32,8 ton.

“32,8 ton ini adalah benih induk dan dapat ditanam kembali untuk lahan seluas 2.186 ha yang akan menghasilkan produksi sebanyak 10.930 ton,” jelasnya.

Harga pembelian pemerintah jagung kering terendah saat ini adalah Rp 3.150 per kg, maka dapat dipastikan kerugian akan mencapai Rp 34,44 miliar. Dengan begitu sekitar 6,7 juta keluarga petani jagung akan kehilangan pendapatannya.

“Karantina memberi perhatian khusus pada pengawasan masuknya benih impor yang saat ini masih dilakukan karena adanya kebutuhan. Seperti halnya benih jagung impor ini, yang terinfeksi 98,4 kg namun dampaknya sangat besar karena penyebaran penyakit tular benih ini sangat cepat dan mudah,”ujarnya.

Beberapa Komoditas Lain Juga Ikut Dilenyapkan

Disamping itu, Kepala Barantan Soekarno-Hatta Imam Djajadi menyatakan bahwa selain benih jagung asal Thailand, beberapa komoditas juga ikut dilenyapkan seperti 21 kg rumput gajah asal Thailand, 10 kg bibit bawang putih asal Singapura, dan 93 batang bibit tebu asal Tiongkok/Cina.

Ada juga beberapa komoditas hewan yang ikut dilenyapkan seperti 275,8 kg daging segar, 116,6 kg daging babi segar dan beberapa olahan lainnya dari beberapa negara lainnya seperti Cina, Singapura, Australia, Italia, Korea Selatan dan Taiwan yang tidak dilengkapi dengan persyaratan dokumen karantina sesuai dengan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan,tumbuhan dan ikan.

“Komoditas yang dihilangkan ini merupakan hasil tangkapan di Terminal Bandara Soekarno-Hatta. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh petugas karantina yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk melindungi Indonesia dari serangan hama penyakit yang masuk ke Indonesia,”puji Imam.