Investasi Pada Sektor Energi Senilai Rp 800 Triliun Akan Masuk Ke Indonesia

www.zehrabilgisayar.net, Migas – Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mencatat sejumlah investor siap masuk ke Indonesia dan menanamkan modalnya. Salah satu sektor yang saat ini sedang diperhatian adalah sektor energi.

Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Komenko Maritim dan Investasi Amalyos mengatakan Pemerintah akan terus berusaha agar investasi tersebut dapat terealisasi.

“Saat ini kami sedang memfasilitasi beberapa investor yang akan kami dorong dalam sektor energi,”kata dia, dalam Pertamina Energi Forum.

Terkait dengan nilai investasi, berdasarkan perhitungan Kemenko Maritim dan Investasi, nilai investasi dari proyek-proyek tersebut kurang lebih mencapai USD 63.6 miliar.

“Saat ini sudah tercatat kurang lebih USD 63.6 miliar atau sekitar Rp 800 triliun,” ujar dia

Dia mengatakan proyek investasi tersebut akan difokuskan untuk 5 tahun kedepan

“Seperti yang telah disampaikan oleh Menko bahwa sampai tahun 2024 dan untuk sekarang ini investasi yang sudah masuk di pipeline akan kita fasilitasi,” tandasnya.

Jokowi Bahasa Kerja Sama Sektor Energi Dengan Putra Mahkota Arab Saudi

Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman, di sela-sela hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi G20, Osaka , Jepang. Adapun pertemuan tersebut membahas rencana pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi yang diusulkan oleh pihak Arab Saudi. Hal ini di buat sebagai tindak lanjut dari keseriusan Indonesia kala Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membahasnya di sela-sela pertemuan OKI di Jeddah, 29 Mei 2019.

“Saya sangat berharap pembentukan dewan tersebut dapat segera diresmikan bersamaan dengan kunjungan Yang Mulia yang tertunda,” ujar Presiden Jokowi di INTEX, Osaka, Jepang.

Selain itu, Pertemuan tersebut juga membahas tentang kerjasama antara Pertamina dengan Aramco. Terkait dengan hal ini negara telah membahasnya di Jeddah dan bersepakat untuk mendorong pertemuan tingkat menteri kedua negara. Diharapkan, pembahasan soal kerjasama sudah dapat selesai pada bulan ini, sehingga kerjasama dapat segera terlaksana.