PT Arjuna Utama Sawit (AUS) Terbukti Bakar Hutan Di Kalteng Didenda Rp 216 Miliar

www.zehrabilgisayar.net,pertanian – Majelis Hakim PN Palangkaraya, kalimatan tengah (Kalteng) memutuskan bahwa PT AUS terbukti bersalah melakukan perbuatan yang melanggar hukum atas kebakaran yang terjadi dilahan seluas 970 ha yang terletak di Katingan, Kalimantan Tengah.

Sidang yang berlangsung di pengadilan Negeri Palangkaraya yang di pimpim Majelis Hakim yang diketuai Hakim Kurnia Yani Darmono , dengan anggota Hakim Mahfudin, dan Hakim Alfon menjatuhi hukuman kepada PT AUS atas gugatan dari kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK).

PT AUS terbukti bersalah dan harus membayar ganti rugi material dan biaya pemulihan lingkungan hidup akibat kerusakan yang terjadi sebesar Rp. 261 miliar. Putusan Hakim PN lebih rendah dari pada gugatan yang dilayangkan oleh KLHK sebesar Rp 359 miliar.

“Walaupun karhutla sudah berlangsung sangat lama, akan tetap kami tindak. Kami akan melacak jejak-jejak dan bukti karhutla dengan dukungan ahli dan teknologi,” ujarnya melalui siaran PERS (24/10/2019)

Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani menegaskan bahwa Karhutla ialah suatu tindak kejahatan yang sangat serius dan dapat merugikan banyak pihak juga berdampak pada kesehatan hingga perekonomian, ekosistem dalam jangka waktu yang sangat lama.

Untuk memberikan efek jera kepada pelaku, maka kita akan memberikan hukuman seberat-beratnya dengan menggunakan semua intrumen hukum dan termasuk pencabutan izin, ganti rugi, dan penjara.

Saat ini pihak KLHK sudah menggugat 17 perusahaan yang terkait Karhutla, dan telah menyegel 83 lokasi korporasi yang terbakar dan menetapkan 8 korporasi sebagai tersangka yang berkaitan dengan karhutla yang terjadi pada 2019. “Jumlah perkara kartutla yang di gugat KLHK akan bertambah setiap waktunya” ujarnya.