Biaya Cukai Rokok Naik? Ini Solusi Buat Para Petani Tembakau

www.zehrabilgisayar.net, pertanian – Sehari usai dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko menerima perwakilan petani tembakau. Para petani yang diterima ini tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia.

Para petani mengeluh atas rencana pemerintah menaikkan biaya cukai rokok kepada Moeldoko. Kenaikan mencapai 21.56% dan kenaikan harga jual eceran mencapai rata-rata 35%.

“Masih dalam tahap perencanaan saja, permintaan tembakau sudah menurun,” tutur Agus Setiawan, Wakil Sekjen APTI kepada Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Kamis (24/10/2019).

Dalam pertemuan kali ini para petani sangat berharap pemerintah kembali mengkaji ulang tentang naiknya biaya cukai ini. Karena mereka merasakan industri rokok terhadap hasil panen mereka mengalami penurunan.

“Saat ini pabrik rokok tidak berani mengambil banyak, karena mereka takut konsumsi rokok akan terus menurun pada saat baru diberlakukannya kenaikan biaya cukai ini,” kata Agus Pamuji , Ketua Dewan Pimpinan Pusat APTI.

Para petani tembakau sangat berharap pemerintah mau menurunkan rencana kenaikan biaya cukai rokok sehingga tidak akan begitu berdampak bagi para petani. “Silahkan jika mau menaikkan, tetapi jangan sebesar itu,” lanjut Agus.

Moeldoko menyampaikan kepada para petani bahwa kenaikan ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 152 tahun 2019, dan sudah masuk dalam skema APBN. Saat menerima para petani tembakau, Moeldoko didampingi oleh Dirgen Bea dan Cukai, Heru Pambudi. “Kami akan memberikan solusi terbaik yang tentunya menguntungkan bagi para petani,” terang Moeldoko.

Solusi yang terbaik untuk saat ini adalah dengan cara menekan sebanyak mungkin impor tembakau yang selama ini masih terjadi. Jika impor tembakau dikurangi, maka mau tidak mau industri dipaksa memakai tembakau dalam negeri. Cara ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para petani.

“Pemerintah telah menyiapkan rancangan untuk hasil dari biaya cukai rokok kepada petani tembakau. Para petani akan mendapatkan 2% dari hasil panen yang akan dibagikan oleh pemerintah daerah,” kata Dirjen Bea Cukai.

Heru menyampaikan untuk petani di Temanggung nilainya dapat mencapai Rp 34 miliar.

Untuk memastikan skema tersebut, KSP akan segera melakukan rapat koordinasi antar kementrian dan lembaga yang terkait. Hasil dari rapat tersebut akan langsung dimasukkan dalam peraturan menteri, sehingga bisa segera dilaksanakan bersamaan dengan naiknya biaya cukai rokok.