Produk Olahan Daun Gambir Semakin Meningkat Hingga Meliputi Pasar India dan Bangladesh

www.zehrabilgisayar.net, pertanian – Kementrian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan telah mensertifikasi kurang lebih 52-54 Ton pelet yang merupakan produk olahan dari tanaman daun gambir yang berasal dari Pakpak Bharat, Sumatera Utara yang bernilai Rp 1,9 Miliar ke India melalui kapal Pelabuhan Belawan. Daun Gambir ini sangat diminati oleh masyarakat di India dan Bangladesh.

“Tanaman Daun Gambir ini termasuk salah satu tanaman yang sangat diminati dunia, saat ini telah dikenal sampai ke negara India dan Bangladesh,” terang Kepala Karantina Pertanian Belawan (13/09/2019).

Daun Gambir ini banyak ditemui di Kabupaten Pakpak Bharat. Tanaman ini sering digunakan sebagai alat untuk membersihkan gigi dan mulut selain itu tanaman ini juga mengandung satu senyawa yang sering disebut sebagai katekin yang dipercaya memiliki efek antioksidan untuk tubuh.

“Pelet daun gambir terbentuk dari hasil pengemasan kemudian dikeringkan dan dibentuk menjadi pelet” jelas Hasrul selaku Kepala Karantina Pertanian Belawan.

Produk olahan yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk ekspor yaitu sebagai obat sakit kepala, obat disentri, obat sariawan, sebagai bahan campuran obat luka bakar dan sebagai obat balur sakit kulit. Selain daun ini digunakan sebagai alat pengobatan daun ini juga berguna sebagai bahan pewarna tekstil.

Dilihat dari data IQFAST Karantina Pertanian Belawan, tercatat selama bulan Januari hingga Agustus tahun 2019 ekspor tanaman daun gambir mencapai 2,7 ribu ton dengan 61 kali pengiriman hingga mencapai nilai Rp 98,5 miliar.

Pengiriman untuk negara India dan Bangladesh di tahun 2018 tercatat ekspor pelet mencapai 4,1 ribu ton dengan nilai penjualan Rp 98,5 miliar.