Industri Teh Dalam Negeri Semakin Terpuruk Dengan Maraknya Teh Import Dan Penurunan Ekspor

www.zehrabilgisayar.net,pertanian – Industri teh dalam negeri tampaknya perlu mendapatkan perhatian khusus bagi pemerintah. Asosiasi Teh Indonesia (ATI) mengatakan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir industri teh dalam negeri mengalami keterpurukan yang sangat berlarut, Ketua Pembina ATI Wahyu menyatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan industri teh dalam negeri semakin terpuruk.

Salah satu faktor yang menyebabkan industri teh dalam negeri semakin terpuruk ialah gempuran teh impor. Wahyu juga mengatakan saat ini banyak hotel berbintang lebih dominan menyajikan teh luar negeri ketimbang menyajikan teh buatan dari dalam negeri, terutama teh dari Pakistan dan Singapura.

Asosiasi Teh Indonesia (ATI) mengungkapkan dari sisi kualitas teh dalam negeri tidak kalah baiknya dengan teh dari luar negeri. Yang membedakan hanya dari sisi harga, teh buatan luar negeri bisa mencapai 2 jutaan perkilogram sedangkan teh buatan dalam negeri hanya bekisar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu perkilogramnya.

Selain faktor gempuran teh import juga di sebabkan melemahnya ekpsor teh ke berbagai negara. Sekitar 15 tahun hingga 20 tahun yang lalu industri teh dalam negeri kondisinya sangat baik namun dalam 10 tahun terakhir ini industri teh dalam negeri mengalami keterpurukan yang sangat nyata.

Wahyu mengungkapkan maraknya teh import membuat melemahnya teh dalam negeri dan membuat produksi teh petani lokal semakin menurun karena harganya ikut tertekan. Kondisi ini juga bukan hanya terjadi pada pada perkebunan teh yang di kelola PTPN saja, namun juga berdampak pada perusahaan swasta dan perkebunan rakyat.

Ketua Umun (ATI) Dede Kusdiman menuturkan bahwa penurunan industri teh dalam negeri juga disebabkan oleh menurunnya luas area perkebunan dan hasil produksinya. Menurut data yang tercatat saat ini luas perkebunan teh yang ada di Indonesia hanya 119 hektare yang sebelumnya tercatat masih mencapai 140 ribu hektare.

Semakin menurun area perkebunan teh dalam negeri juga menurunnya produksi teh dalam negeri. Karena sebelumnya Indonesia mendapatkan posisi ketiga di dunia sebagai penghasil teh terbaik dan penghasil teh terbanyak. Namun saat ini sudah turun menjadi posisi ke 7 karena ekspor teh semakin menurun, pada 7 tahun terakhir yang sebelumnya mengekspor 70 ribu ton dan sekarang hanya mengekspor 40 ribu ton saja.