Oktober Petani Panen Jagung, Mentan Harap Pemerintah Tak Impor

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – Pidato tentang impor jagung karena dampak musim kemarau telah muncul kembali. Pidato impor ini telah ditolak karena panen jagung maksimum diperkirakan akan berlangsung pada bulan Oktober.

“Saat ini, stok jagung cukup untuk beberapa bulan mendatang. Selain itu, Menteri Pertanian telah memberikan panen jagung maksimum pada Oktober. Saat ini masih ada panen,” kata praktisi pertanian Cecep M. Wahyudin dalam sebuah pernyataan tertulis, Senin (26/8/2019).

Pengusaha muda yang mengembangkan koperasi berbasis pesantren ini percaya bahwa Kementerian Pertanian bekerja sangat keras untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut Cecep, produsen jagung itu menikmati harga yang bagus.

“Sayang sekali mereka telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menderita kerugian karena harga jagung hancur. Sekarang mereka bersemangat menanam jagung. Kita harus tetap semangat,” kata Cecep.

Cecep, yang juga CEO eTanee, perusahaan berbasis ternak yang tumbuh cepat hari ini, mengatakan bahwa di masa depan perusahaan petani harus berkembang agar petani tidak selalu kalah dari investor besar.

Dia mengaku sebagai presiden dari salah satu koperasi yang didedikasikan untuk pengembangan perusahaan pertanian yang terintegrasi dalam peternakan, pertanian dan digitalisasi jaringan distribusi berdasarkan masjid dan pesantren di seluruh Indonesia.

“Kami sedang memperluas koperasi dan ekonomi petani sehingga petani tetap hidup dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Jika impor berlanjut, di mana petani dan peternak?” Kata Cecep.

Ia berharap pejabat pemerintah yang menganggap impor selalu menjadi solusi, kerap harus turun untuk melihat nasib petani. “Mereka harus makmur. Karena itu mereka tidak boleh pendek dan instan,” jelasnya.

Tujuan swasembada jagung telah tercapai, terbukti dalam 3 tahun terakhir, impor jagung masih jauh dari sebelumnya. Sebelumnya, impor jagung bisa mencapai 3,6 juta ton, tetapi Indonesia bahkan bisa mengekspor.

“Kita harus melanjutkan ini untuk produsen jagung yang makmur,” kata Cecep.