20.264 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Zehrabilgisayar.net, Pertanian – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 20.264 hektare sawah terancam mengalami gagal panen akibat kekeringan karena kemarau yang terjadi tahun ini.

“Menurut catatan yang didapatkan saat ini dan telah masuk ke BNPB, ada sekita 20.264 hektare yang potensi mengalami gagal panen,” kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Jakarta, Senin (22/7)

Agus mengatakan bahwa data tersebut diperoleh dari Kementerian Pertanian dan menunjukkan luas lahan pertanian Berdasarkan data yang didapatkan ada 33.180 hektare lahan pertanian yang mengalami gagal panen pada 2009. Angka tersebut mengalami fluktuasi hingga tercatat mengalami penurunan sebesar 4.332 hektare pada tahun 2013.

Dan pada 2015, jumlah lahan pertanian yang mengalami gagal panen mengalami kenaikan hingga 244.861 hektare akibat fenomena el nino yang menyebabkan kebakaran hutan dan kekeringan di banyak tempat dan kekeringan di Tujuh Provinsi

Dari tujuh provinsi tersebut, ada 75 kabupaten/kota, 490 kecamatan, dan 1.676 desa yang telah terkena kekeringan.

Dalam operasi penanggulangan gagal panen tersebut, BNPB bersama BMKG dan BPPT akan mendirikan dua pos untuk operasi yang akan ditempatkan di Halim Perdanakusuma dan Kupang. Mekanisme dalam operasi penanggulangannya, kata Agus, BMKG akan bertugas untuk menganalisis cuaca dan melihat kemungkinan adanya potensi awan yang siap.