Pembangunan Proyek Properti Ibu Kota Baru

Zehrabilgisayar.net, Property – Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan potensi dana yang akan dikeluarkan dalam pembangunan bangunan properti di ibu kota baru akan mencapai Rp1.000 triliun. Nilai investasi itu akan dikeluarkan dalam jangka waktu 10 tahun.

Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Paulus Totok Lusida mengatakan beberapa proyek properti seperti, perkantoran, hotel, sekolah, hunian, dan rumah sakit.

“Angka kasarnya besar Rp1.000 triliun tapi itu kan banyak untuk kantor, hunian, dan lainnya. Ini dibangun secara bertahap, tidak sekaligus. dan untuk hitungan pasti belum ada,” ungkap Totok, Jumat (12/7).

Perkantoran, hotel, dan rumah sakit yang akan dibangun jumlahnya mencapai puluhan gedung. Sementara itu, untuk hunian diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan unit. Pengembang akan membangun hunian dari beberapa segmen, mulai dari kelas menengah ke bawah, menengah, dan menengah ke atas. Untuk memastikan perusahaan yang berkecimpung dalam proyek ini bukan hanya mereka yang memiliki aset dan modal besar.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengusaha yang bergabung dalam asosiasi REI telah berkomitmen untuk membangun hunian dan proyek lainnya di kawasan ibu kota baru tanpa kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah. Pemerintah pusat dapat menjamin pembangunan proyek properti bisa berlangsung lancar tanpa adanya gangguan dari pemerintah daerah (pemda).

Seperti yang diketahui Indonesia akan menjadi negara pertama yang memasukkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam proses rancangan pemindahan ibu kota.