Beras Bulog Sebaiknya Disimpan Untuk Menghadapi Masa Paceklik

zehrabilgisayar.net – Perum Bulog menyatakan ketersediaan beras saat ini sudah lebih dari cukup sehingga memicu rencana ekspor ke negara tetangga. Namun, wacana ini dinilai kurang tepat sebab saat ini masih sangat rentan terhadap gejolak suplai di dalam negri.

Menurut Ekonom, Nailul Huda menilai beras yang ada di bulog sebaiknya disimpan saja untuk menghadapi masa paceklik ataupun untuk mengatasi kenaikan permintaan akibat gagal panen. Menurutnya, beras disimpan di Bulog juga dapat berfungsi sebagai penyaluran bantuan terhadap korban bencana. Karena Indonesia merupakan negara yang dengan tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi. Sehingga bantuan bahan pokok seperti beras pasti akan dibutuhkan.

Menurut Nailul, beras merupakan komoditas utama bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila terjadi gejolak suplai di dalam negeri akan mengakibatkan gejolak ekonomi yang besar. Ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan kapasitas gudang bulog.

Menurut Mentri Pertanian Amran Sulaiman, dengan banyaknya beras yang ada digudang bulog patut diwaspadai dari sisi kualitasnya. Untuk itu, Amran menghimbau kepada bulog agar segera menyalurkan beras yang ada dan yang paling penting penyaluran beras harus dengan mekanisme yang ada.

Berdasarkan catatan Kementan, kinerja ekspor produk dalam kurun waktu empat tahun terakhir cukup meyakinkan. Pada 2013, ekspor produk pertanian mencapai 33 juta ton dan meningkat menjadi 42 juta ton pada 2018. Amran menilai, langkah ekspor memang dapat membawa kuntungan bagi Indonesia, namun, untuk kebutuhan konsumsi seharusnya terpenuhi terlebih dahulu. Saat ini, rencana ekspor beras memang telah menjadi wacana di tingkat kementrian, namun belum dibicarakan secara detail.