Menjaga Stabilitas Harga Cabai dengan Konsumsi Cabai Kering

zehrabilgisayar.net- Menjelang masuknya masa panen cabai pada mei ini, diharapkan petani dapat mendapatkan hasil panen yang maksimal. Untuk itu, Kementrian Pertanian menginstruksikan Perum Bulog untuk melakukan penyerapan hasil panen cabai petani. Kementan juga menginstruksikan kepada Bulog agar dapat membeli cabai petani tidak dibawah Rp 8.000 per kilogram, meskipun saat ini harga pembelian cabai petani saat ini berkisar Rp 4000-7000 per kilogram.

Bulog tidak menargetkan kapasitas penyerapan cabai petani, kecuali jika keluar instruksi presiden ataupun penugasan resmi kepada Bulog untuk menyerap dan melakukan pencadangan stok cabai. Namun untuk melakukan pencadangan cabai perlu diperhatikan adalah kualitas gudangnya karena cabai merupakan komoditas pertanian yang rentan rusak atau busuk. Karena itulah, petani meminta pemerintah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengkonsumsi cabai kering khususnya bagi industri dan rumah makan.

Menurut Ketum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, “konsumsi masyarakat Indonesia cenderung kepada cabai segar ketimbang kering. Akibatnya, di kala musim tanam berlalu dan pasokan berkurang, harga cabai dapat melonjak tinggi.”

“Di negara lain seperti India, mereka masyarakatnya sudah mengkonsumsi cabai kering, “ lanjutnya.

Karena kebutuhan yang tinggi, Henry menilai untuk menjaga stabilitas harga cabai, pemerintah perlu menggenjot formulasi penyerapan alternatif atau mengalihkan konsumsi masyarakat ke cabai kering.

Menurut Sekretaris Jendral Kementan Syukur Iwantoro mengatakan, pemerintah sudah berupaya membantu penyerapan hasil panen cabai untuk menghindari penurunan harga. Bekerja sama dengan BUMD, pemerintah melakukan penyerapan cabai.